Diplomatnya Dijebloskan ke Penjara, Eropa Takut Iran Balas Dendam
Jum'at, 05 Februari 2021 - 01:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Diadili Belgia, Diplomat Iran Peringatkan Aksi Balasan
Warga negara Belgia yang tinggal dan bekerja di Lebanon, Irak, dan beberapa bagian Teluk juga akan diperingatkan tentang kemungkinan ancaman keamanan.
"Rekan kami di seluruh Eropa melakukan hal yang sama," katanya.
Petugas intelijen juga bersiap menghadapi peningkatan penculikan warga negara asing oleh Iran dalam waktu dekat.
"Tentu saja mereka dapat membalas, dan (Iran) memiliki sejarah panjang dalam menargetkan pemegang paspor tertentu untuk penculikan atau penangkapan untuk kemudian diperdagangkan," kata perwira Belgia itu.
"Iran telah melakukan ini di Teluk, Irak dan Lebanon, serta di dalam Iran sendiri, di masa lalu, sehingga ancaman, kemampuan dan kesediaan untuk bertindak semuanya konsisten," sambungnya.
Baca juga: Rencanakan Pengeboman di Paris, Diplomat Iran Dibui 20 Tahun
"Orang Iran tidak pernah menggertak tentang hal-hal seperti ini," tambah seorang pensiunan pejabat intelijen Israel yang tetap menjadi konsultan pemerintahnya.
"Mereka menahan orang-orang di Kuwait pada tahun 80-an, dan mereka serta Hizbullah terus menculik dan membajak orang sampai mereka akhirnya dibebaskan selama Perang Teluk pertama," kata pejabat Israel itu, mengacu pada penculikan puluhan sandera asing di Lebanon antara 1984 dan 1992.
Warga negara Belgia yang tinggal dan bekerja di Lebanon, Irak, dan beberapa bagian Teluk juga akan diperingatkan tentang kemungkinan ancaman keamanan.
"Rekan kami di seluruh Eropa melakukan hal yang sama," katanya.
Petugas intelijen juga bersiap menghadapi peningkatan penculikan warga negara asing oleh Iran dalam waktu dekat.
"Tentu saja mereka dapat membalas, dan (Iran) memiliki sejarah panjang dalam menargetkan pemegang paspor tertentu untuk penculikan atau penangkapan untuk kemudian diperdagangkan," kata perwira Belgia itu.
"Iran telah melakukan ini di Teluk, Irak dan Lebanon, serta di dalam Iran sendiri, di masa lalu, sehingga ancaman, kemampuan dan kesediaan untuk bertindak semuanya konsisten," sambungnya.
Baca juga: Rencanakan Pengeboman di Paris, Diplomat Iran Dibui 20 Tahun
"Orang Iran tidak pernah menggertak tentang hal-hal seperti ini," tambah seorang pensiunan pejabat intelijen Israel yang tetap menjadi konsultan pemerintahnya.
"Mereka menahan orang-orang di Kuwait pada tahun 80-an, dan mereka serta Hizbullah terus menculik dan membajak orang sampai mereka akhirnya dibebaskan selama Perang Teluk pertama," kata pejabat Israel itu, mengacu pada penculikan puluhan sandera asing di Lebanon antara 1984 dan 1992.
Lihat Juga :