Keberadaannya Misterius, NLD Minta Aung San Suu Kyi Dibebaskan

Selasa, 02 Februari 2021 - 13:57 WIB
loading...
Keberadaannya Misterius,...
NLD minta Aung San Suu Kyi dibebaskan. Foto/ABC.net.au
A A A
NAYPYIDAW - Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi meminta agar peraih Nobel Perdamaian itu dibebaskan dari penahanan. NLD juga meminta junta militer Myanmar untuk mengakui kemenangannya dalam pemilu November lalu, sehari setelah kudeta militer yang memicu kemarahan global.

Keberadaan Aung San Suu Kyi hingga lebih dari 24 jam setelah penangkapannya tetap tidak diketahui. Satu-satunya kominunikasi adalah dalam bentuk pernyataan yang ditulis untuk mengantisipasi kudeta yang menyerukan aksi protes terhadap kediktatoran militer.

Militer Myanmar melancarkan kudeta menyusul kemenangan telak bagi NLD yang dipimpin oleh Suu Kyi dalam pemilu 8 November lalu, hasil yang ditolak militer dengan alasan tuduhan kecurangan yang tidak berdasar.



Tentara menyerahkan kekuasaan kepada Jenderal Min Aung Hlaing dan memberlakukan keadaan darurat selama setahun, menghancurkan harapan negara yang dilanda kemiskinan itu berada di jalan menuju demokrasi yang stabil.

"Komite eksekutif NLD menuntut pembebasan semua tahanan secepat mungkin," dalam sebuah posting di halaman Facebook pejabat senior partai May Win Myint seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/2/2021).

Komite eksekutif NLD juga meminta militer untuk mengakui hasil pemilihan dan parlemen baru - yang akan bertemu untuk pertama kalinya pada hari Senin - diizinkan untuk duduk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved