UE Kecam Kudeta Militer di Myanmar

Senin, 01 Februari 2021 - 21:56 WIB
loading...
UE Kecam Kudeta Militer...
Uni Eropa (UE) mengutuk perebutan kekuasaan oleh militer di Myanmar. Foto/REUTERS
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) mengutuk perebutan kekuasaan oleh militer di Myanmar. UE lalu menuntut pembebasan segera semua orang yang ditahan dalam penggerebekan yang terjadi di seluruh negeri.

UE adalah mitra dagang terbesar ketiga Myanmar dan telah memberikan preferensi perdagangan khusus kepada negara tersebut, yang berpotensi dapat dihapus, meskipun proses seperti itu kemungkinan besar tidak akan segera dilakukan.

"Saya mengutuk keras kudeta di Myanmar. Menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat semua orang yang ditahan," ucap Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Baca juga: Amnesty Internasional Desak Militer Myanmar Segera Bebaskan Suu Kyi

"Pemerintah sipil yang sah harus dipulihkan, sejalan dengan konstitusi negara dan pemilihan November," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/2/2021).

Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri UE, Josep Borrell. Di mana, melalui Twitternya Borrel mengutuk kudeta tersebut dan menegaskan bahwa demokrasi harus menang.

Tetapi, baik Borrell maupun von der Leyen belum mengungkapkan tindakan apa pun yang mungkin dilakukan terhadap militer Myanmar. Baca juga: Australia Kecam Militer Myanmar yang Diduga Mengudeta Suu Kyi

Pada 2018, UE menjatuhkan sanksi terhadap para jenderal Myanmar atas pembantaian Muslim Rohingya. UE juga memberlakukan embargo senjata di negara Asia Tenggara tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
China Ancam Sanksi atas...
China Ancam Sanksi atas Kepatuhan Perusahaan Eropa pada Aturan UE
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved