Jelang Demo Rusia, Adik dan Ajudan Navalny Jadi Tahanan Rumah

Sabtu, 30 Januari 2021 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Pada hari Kamis, pengadilan menolak banding oleh pengacara untuk membebaskan Navalny menjelang sidang pengadilan tingkat tinggi pada hari Selasa.

Dia menghadapi dakwaan melanggar ketentuan hukuman percobaan 2014 dan bisa dipenjara selama dua setengah tahun.

Banyak pengunjuk rasa mengatakan mereka marah dengan hukuman penjara Navalny setelah percobaan pembunuhan, yang ia salahkan pada dinas intelijen domestik; FSB.

'Tsar Harus Memiliki Istana'

Yang lain marah dengan temuan laporan investigasi Navalny yang mengeklaim bahwa sebuah istana mewah dibangun untuk Putin di pantai Laut Hitam.

Laporan berdurasi dua jam tersebut telah dilihat lebih dari 100 juta kali.

Penyelidikan Navalny memaksa Putin untuk menyangkal bahwa dia atau kerabatnya memiliki properti tersebut.

Meduza, situs berita berbahasa Rusia yang berbasis di Latvia, merilis penyelidikannya sendiri terhadap rumah tepi pantai tersebut kemarin.

Mengutip kontraktor, Meduza mengeklaim properti tersebut memiliki kompleks bawah tanah 16 lantai dan bahwa Federal Guard Service mengawasi pekerjaan konstruksi.

Salah satu orang yang terlibat dalam pembangunan kediaman mengatakan pemimpin Rusia harus hidup dengan baik.

"Seorang tsar harus memiliki istana," kata orang yang tidak disebutkan namanya itu.

Televisi pemerintah kemarin berusaha untuk membantah klaim oposisi bahwa properti Laut Hitam adalah istana mewah dengan menayangkan rekamannya yang sedang dibangun.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya...
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Alex Kecelakaan di Tikungan 13
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Berita Terkini
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved