Biden Tinjau Ulang Tudingan China Lakukan Genosida

Kamis, 28 Januari 2021 - 01:57 WIB
loading...
Biden Tinjau Ulang Tudingan...
Pemerintahan Biden meninjau ulang tudingan China melakukan genosida terhadap Uighur. Foto/Vox
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Joe Biden tengah meninjau ulang keputusan pemerintah sebelumnya yang menuding China telah melakukan genosida terhadap kelompok minoritas Muslim Uighur . Itu dilakukan karena kekhawatiran bahwa tudingan tersebut tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar.

Linda Thomas-Greenfield, sosok yang dipilih Presiden Joe Biden untuk mewakili Amerika Serikat (AS) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan selama sidang konfirmasi di Senat bahwa perlakuan China terhadap etnis Uighur mengerikan tetapi menuduh Beijing melakukan genosida sedang ditinjau.

"Saya pikir Departemen Luar Negeri sedang meninjau itu sekarang karena semua prosedur tidak diikuti dan saya pikir mereka ingin memastikan bahwa mereka (prosedur) dipatuhi untuk memastikan bahwa tuduhan itu benar adanya," jelasnya menanggapi pertanyaan dari Senator Marco Rubio seperti dikutip dari The Hill, Kamis (28/1/2021).



Thomas-Greenfield, dalam rapat dengar pendapatnya, menggambarkan perlakuan China terhadap kelompok minoritas ini mengerikan dan menekankan bahwa peninjauan tersebut tidak mempertanyakan bukti yang mendukung tuduhan genosida, tetapi memastikan AS mengikuti prosedur yang tepat dalam membuat tuduhan seperti itu.

"Apa yang terjadi dengan etnis Uighur sangat menghebohkan dan kita harus mengenalinya apa adanya," ujarnya.

“Saya hidup dan mengalami serta menyaksikan genosida di Rwanda. Jadi saya tahu seperti apa bentuknya. Dan saya tahu seperti apa rasanya. Dan ini terasa seperti itu. Kita hanya perlu menyebutnya apa adanya,” tukasnya.

Baca juga: Dituding Lakukan Genosida Terhadap Uighur, China Sebut Pompeo Keterlaluan

Mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo satu hari sebelum pelantikan Biden mengumumkan bahwa AS akan mengakui penindasan China sebagai genosida terhadap etnis Uighur dan kelompok lain seperti etnis Kazakh dan etnis Kirgiz, dan bahwa tindakan yang didokumentasikan sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ini termasuk penahanan sewenang-wenang di kamp konsentrasi; sterilisasi paksa; penyiksaan; kerja paksa dan pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama.

Tuduhan itu disambut baik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia tetapi dipandang sebagai keputusan kebijakan menit terakhir untuk memperkuat warisan Pompeo mengambil garis keras terhadap China pada saat Beijing diidentifikasi sebagai ancaman keamanan nasional terbesar yang dihadapi Amerika Serikat dan demokrasi Barat.

Baca juga: Pemerintahan Trump Sebut Represi China pada Uighur sebagai Genosida
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved