Hasil Studi: Vaksinasi Tak Bikin Orang Kebal dari COVID-19
Rabu, 27 Januari 2021 - 22:45 WIB
loading...
Hasil studi di Israel menunjukkan bahwa 70% orang yang divaksinasi masih dapat tertular COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
TEL AVIV - Sebuah studi di Israel menunjukkan bahwa setelah vaksinasi, sebanyak 70% orang masih dapat tertular COVID-19 . Meski begitu, masih dibutuhkan lebih banyak data untuk mengkonfirmasi efek penularan di antara yang divaksinasi.
Hasil studi ini muncul saat distribusi vaksin COVID-19 meningkat dengan hampir 70 juta dosis di seluruh dunia.
Israel, yang memimpin dunia dalam vaksinasi COVID-19 per kapita dengan sekitar 43 dosis per 100 orang, mengembangkan penelitian ini untuk memahami bagaimana vaksin Pfizer-BioNTech memengaruhi infeksi virus. Studi sebelumnya menunjukkan vaksin efektif dalam mencegah gejala ringan dan parah terkait COVID-19. Meskipun vaksin COVID-19 dimaksudkan untuk melindungi pasien dari gejala, vaksinasi tidak selalu berarti Anda tidak dapat terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau menularkannya kepada orang lain.
Studi tersebut membandingkan kelompok yang terdiri dari 200.000 penerima vaksin berusia 60 tahun ke atas dengan kelompok 200.000 yang belum divaksinasi pada kelompok usia yang sama. Temuan awal para peneliti menemukan bahwa dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech mengurangi kemungkinan infeksi sebesar 33% dua minggu setelah injeksi pertama.
Rilis data ini merupakan perkembangan positif. Selama berbulan-bulan, dampak vaksin terhadap pandemi sebagian besar bersifat spekulatif. Tidak ada yang tahu bagaimana vaksinasi massal dapat mempengaruhi transmisi atau penularan.
Hasil studi ini muncul saat distribusi vaksin COVID-19 meningkat dengan hampir 70 juta dosis di seluruh dunia.
Israel, yang memimpin dunia dalam vaksinasi COVID-19 per kapita dengan sekitar 43 dosis per 100 orang, mengembangkan penelitian ini untuk memahami bagaimana vaksin Pfizer-BioNTech memengaruhi infeksi virus. Studi sebelumnya menunjukkan vaksin efektif dalam mencegah gejala ringan dan parah terkait COVID-19. Meskipun vaksin COVID-19 dimaksudkan untuk melindungi pasien dari gejala, vaksinasi tidak selalu berarti Anda tidak dapat terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau menularkannya kepada orang lain.
Studi tersebut membandingkan kelompok yang terdiri dari 200.000 penerima vaksin berusia 60 tahun ke atas dengan kelompok 200.000 yang belum divaksinasi pada kelompok usia yang sama. Temuan awal para peneliti menemukan bahwa dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech mengurangi kemungkinan infeksi sebesar 33% dua minggu setelah injeksi pertama.
Rilis data ini merupakan perkembangan positif. Selama berbulan-bulan, dampak vaksin terhadap pandemi sebagian besar bersifat spekulatif. Tidak ada yang tahu bagaimana vaksinasi massal dapat mempengaruhi transmisi atau penularan.
Lihat Juga :