Pakar: Vaksin Covid-19 Palsu Mulai Diperjualbelikan di Dark Web

Senin, 25 Januari 2021 - 04:30 WIB
loading...
A A A
“Ada banyak uang yang bisa dihasilkan dengan hampir tanpa risiko hukuman,” Abigail Jones, Direktur Komunikasi di Federasi Internasional Produsen dan Asosiasi Farmasi (IFPMA) menjelaskan.

Baca: Anda Sudah Divaksin Covid-19, Cuci Tangan Tetap Penting Lho!

Kata 'Palsu' populer digunakan untuk menggambarkan produk medis palsu, dipalsukan, terdegradasi dan suboptimal, termasuk obat-obatan berlangganan, peralatan pelindung, dan vaksin, sebuah industri ilegal yang hanya terus tumbuh.

“Memalsukan obat atau vaksin adalah kejahatan dan perlu dihukum seperti itu. Kita hanya melihat puncak gunung es,” Jones memperingatkan.

Kemunculan dan peredaran vaksin palsu di pasar global merupakan tanggapan atas permintaan yang tinggi dan pasokan yang rendah, dengan kelompok kriminal yang memangsa kebutuhan mendesak masyarakat akan vaksin dan obat-obatan yang disebabkan oleh pandemi yang menyebar ke seluruh dunia tahun lalu.

“Selama tahun 2020, kejahatan transnasional terorganisir beralih ke obat-obatan palsu, karena tidak begitu berbahaya. Di dunia, hanya sekitar dua hingga tiga setengah persen orang yang mengonsumsi narkotika. Tapi, tentu saja, 100 persen penduduk membutuhkan obat," ungkap Leroy.

Baca: Pertama di Inggris, Masjid Jadi Pusat Vaksinasi COVID-19
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Thailand Geger, Beredar...
Thailand Geger, Beredar Foto Presiden Macron Berlutut di Hadapan Raja Maha Vajiralongkorn
Rekomendasi
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved