Pakar: Vaksin Covid-19 Palsu Mulai Diperjualbelikan di Dark Web
Senin, 25 Januari 2021 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Di Eropa, Europol telah mengidentifikasi penipuan terkait masker wajah, sarung tangan, peralatan medis, alat tes Covid-19, dan obat-obatan yang telah dibahas di masa lalu untuk membantu melawan Covid-19. Penipuan ini juga sekarang mulai mengarah pada harapan akan vaksin.
“Seperti yang diamati pada awal pandemi, ketika para penjahat mengiklankan 'obat korona' palsu, mereka sekarang beradaptasi dan mencoba mengeksploitasi pengembangan vaksin. Kejahatan terorganisir selalu berjalan di mana resikonya rendah dan keuntungan tinggi," ujar juru bicara Europol, Jan Op Gen Oorth.
Pihak berwenang juga khawatir tentang kemungkinan geng kriminal menghalangi pengiriman vaksin yang sah dan kemudian menjualnya di pasar gelap untuk mendapatkan keuntungan.
Baca: Kemenkes: 132.000 Lebih Nakes Telah Divaksin Corona
“Rantai pasokan untuk pasokan domestik di negara-negara India, Mesir, sampai batas tertentu, China, Brasil, memiliki risiko pengalihan produk yang lebih tinggi,” kata Prashant Yadav, dosen Kesehatan Global dan Pengobatan Sosial di Universitas Harvard.
"Jika saya tahu pengiriman besar vaksin akan melalui bandara Mumbai, misalnya, itu harus memiliki banyak keamanan dan mungkin ada penyimpangan keamanan," ungkapnya.
Yadav menjelaskan bahwa selama persediaan vaksin tetap rendah, resiko orang beralih ke pasar gelap untuk membeli vaksin yang berpotensi palsu tetap tinggi.
“Seperti yang diamati pada awal pandemi, ketika para penjahat mengiklankan 'obat korona' palsu, mereka sekarang beradaptasi dan mencoba mengeksploitasi pengembangan vaksin. Kejahatan terorganisir selalu berjalan di mana resikonya rendah dan keuntungan tinggi," ujar juru bicara Europol, Jan Op Gen Oorth.
Pihak berwenang juga khawatir tentang kemungkinan geng kriminal menghalangi pengiriman vaksin yang sah dan kemudian menjualnya di pasar gelap untuk mendapatkan keuntungan.
Baca: Kemenkes: 132.000 Lebih Nakes Telah Divaksin Corona
“Rantai pasokan untuk pasokan domestik di negara-negara India, Mesir, sampai batas tertentu, China, Brasil, memiliki risiko pengalihan produk yang lebih tinggi,” kata Prashant Yadav, dosen Kesehatan Global dan Pengobatan Sosial di Universitas Harvard.
"Jika saya tahu pengiriman besar vaksin akan melalui bandara Mumbai, misalnya, itu harus memiliki banyak keamanan dan mungkin ada penyimpangan keamanan," ungkapnya.
Yadav menjelaskan bahwa selama persediaan vaksin tetap rendah, resiko orang beralih ke pasar gelap untuk membeli vaksin yang berpotensi palsu tetap tinggi.
(esn)
Lihat Juga :