Fauci Pastikan AS Bergabung dengan Covax, Bertahan di WHO

loading...
Fauci Pastikan AS Bergabung dengan Covax, Bertahan di WHO
Fauci menuturkan, AS bermaksud untuk bergabung dengan fasilitas vaksin COVAX yang bertujuan untuk mengirimkan vaksin ke negara-negara miskin dan akan bertahan di WHO. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Amerika Serikat(AS) di bawah Presiden Joe Biden bermaksud untuk bergabung dengan fasilitas vaksin COVAX yang bertujuan untuk mengirimkan vaksin ke negara-negara miskin. Hal itu diungkapkan kepala penasihat medis Biden, Anthony Fauci.Berbicara saat melakukan konferensi video dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, Fauci juga memastikan bahwa Washington akan bertahan di WHO."Biden akan mengeluarkan arahan yang akan mencakup niat AS untuk bergabung dengan COVAX dan mendukung ACT-Accelerator untuk memajukan upaya multilateral untuk distribusi vaksin, terapeutik, dan diagnostik, akses yang adil, serta penelitian dan pengembangan," ucap Fauci."AS akan berhenti mengurangi jumlah staf AS di WHO dan akan membayar kewajiban keuangannya," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (21/1/2021).Fauci juga mengatakan, bahwa AS akan akan bekerja dengan 193 negara anggota lainnya untuk mereformasi badan PBB tersebut. Baca juga: Keterisian RS Rujukan Covid-19 di 9 Provinsi Sudah Lampaui Standar WHO Pada gilirannya, Tedros mengatakan sangat menyambut baik pengumuman tersebut dan menyebut ini adalah hal yang baik untuk WHO. Baca juga: Imam Shamsi Ali: Ada Harapan Keadilan bagi Muslim di AS Setelah Ganti Presiden "Ini adalah hari yang baik untuk WHO dan hari yang baik untuk kesehatan global. WHO adalah keluarga bangsa-bangsa dan kami semua senang bahwa AS tetap tinggal di keluarga itu," ujarnya.

(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top