Hadapi Pemerintahan Biden, Iran Akan Adopsi Kebijakan 'Aksi Lawan Aksi'
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
"Zarif menekankan bahwa kebijakan negara kami dalam menghadapi pemerintah Biden adalah 'aksi lawan aksi' dan Iran tidak akan menerima tindakan terhadap pernyataan atau tanda tangan," kata Amouei.
Baca juga: Pemimpin Agama Yahudi di Israel Sebut Vaksin COVID-19 Ubah Orang Jadi Gay
Sebelumnya pada hari itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Hossein Baqeri, bereaksi terhadap tindakan AS baru-baru ini di wilayah Teluk Persia, dengan mengatakan bahwa tidak ada manfaat operasional untuk menerbangkan dua pesawat pembom B-52 Amerika di atas wilayah Teluk Persia dan Iran siap menanggapi ancaman apa pun.
Mengomentari penerbangan pesawat pembom AS pada 17 Januari, Zarif menambahkan bahwa meskipun Iran belum memulai perang selama lebih dari 200 tahun, namun negaranya akan melawan balik setiap penyerang.
Jauh hari sebelumnya AS telah mengirim kapal selam bertenaga nuklir ke Teluk Persia untuk unjuk kekuatan. Sedangkan Iran saat ini mengadakan latihan perang tahunannya, di mana militer negara itu menghadirkan rudal baru yang dilaporkan mampu secara akurat mencapai target dalam radius lebih dari 1.000 mil.
Baca juga: Pemimpin Agama Yahudi di Israel Sebut Vaksin COVID-19 Ubah Orang Jadi Gay
Sebelumnya pada hari itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Hossein Baqeri, bereaksi terhadap tindakan AS baru-baru ini di wilayah Teluk Persia, dengan mengatakan bahwa tidak ada manfaat operasional untuk menerbangkan dua pesawat pembom B-52 Amerika di atas wilayah Teluk Persia dan Iran siap menanggapi ancaman apa pun.
Mengomentari penerbangan pesawat pembom AS pada 17 Januari, Zarif menambahkan bahwa meskipun Iran belum memulai perang selama lebih dari 200 tahun, namun negaranya akan melawan balik setiap penyerang.
Jauh hari sebelumnya AS telah mengirim kapal selam bertenaga nuklir ke Teluk Persia untuk unjuk kekuatan. Sedangkan Iran saat ini mengadakan latihan perang tahunannya, di mana militer negara itu menghadirkan rudal baru yang dilaporkan mampu secara akurat mencapai target dalam radius lebih dari 1.000 mil.
(min)
Lihat Juga :