Pemimpin Agama Yahudi di Israel Sebut Vaksin COVID-19 Ubah Orang Jadi Gay
Selasa, 19 Januari 2021 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Setelah membuat kaitan palsu antara vaksin dan homoseksualitas, Asor kemudian menegaskan berbagai teori konspirasi seputar pandemi virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
Baca juga : Buat Pemburu Moge, Nih Model Baru Harley-Davidson di 2021
Dia menyebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan raksasa pengembangan vaksin Pfizer dan BioNTech sebagai "organisasi kriminal", yang telah memberikan data palsu tentang kemanjuran vaksin kepada para pemimpin ultra-Ortodoks dalam upaya untuk memiliki mereka.
Baca juga: Pelantikan Biden Dihantui Kekacauan, AS Bersiap untuk yang Terburuk
Menurut laporan Israel Hayom yang dikutip news18.com, Selasa (19/1/2021), Asor berpendapat bahwa virus itu dilepaskan untuk memusnahkan populasi global. "Dan vaksin hanyalah cara untuk melanjutkan agenda ini," katanya.
Pemahaman Asor tentang teori-teori tak berdasar tersebut semakin tinggi, karena ia mengklaim bahwa seluruh bisnis vaksinasi hanyalah sebuah "tentara rahasia dan brutal" yang dipertahankan antara Amerika Serikat dan Israel, yang pada akhirnya akan mengganggu penegakan hukum lokal untuk agenda berdosa pemerintah global selanjutnya.
Baca juga : Wabah COVID-19 Berlanjut, China Bangun Kamp Karantina 'Raksasa'
Baca juga : Buat Pemburu Moge, Nih Model Baru Harley-Davidson di 2021
Dia menyebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan raksasa pengembangan vaksin Pfizer dan BioNTech sebagai "organisasi kriminal", yang telah memberikan data palsu tentang kemanjuran vaksin kepada para pemimpin ultra-Ortodoks dalam upaya untuk memiliki mereka.
Baca juga: Pelantikan Biden Dihantui Kekacauan, AS Bersiap untuk yang Terburuk
Menurut laporan Israel Hayom yang dikutip news18.com, Selasa (19/1/2021), Asor berpendapat bahwa virus itu dilepaskan untuk memusnahkan populasi global. "Dan vaksin hanyalah cara untuk melanjutkan agenda ini," katanya.
Pemahaman Asor tentang teori-teori tak berdasar tersebut semakin tinggi, karena ia mengklaim bahwa seluruh bisnis vaksinasi hanyalah sebuah "tentara rahasia dan brutal" yang dipertahankan antara Amerika Serikat dan Israel, yang pada akhirnya akan mengganggu penegakan hukum lokal untuk agenda berdosa pemerintah global selanjutnya.
Baca juga : Wabah COVID-19 Berlanjut, China Bangun Kamp Karantina 'Raksasa'
Lihat Juga :