Pelantikan Biden Dihantui Kekacauan, AS Bersiap untuk yang Terburuk

Selasa, 19 Januari 2021 - 06:35 WIB
loading...
Pelantikan Biden Dihantui...
Milisi bersenjata Boogaloo Boys, kelompok anti-pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, bermunculan di Michigan, Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Rebecca Cook
A A A
WASHINGTON - Pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan berlangsung Rabu (20/1/2021) waktu Washington. Otoritas Amerika sedang mempersiapkan yang terburuk saat kelompok ekstremis bersumpah akan membuat kekacauan.

Baca juga : Tewas Telanjang di Jalan, Selebgram Cantik Alexis Sharkey Dinyatakan Dibunuh

Tema 20 Januari, ketika Joe Biden dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat, adalah “America United” atau "Amerika Bersatu".

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan

Tetapi kurang dari dua minggu setelah gerombolan pendukung Presiden Donald Trump yang mengamuk di Gedung Capitol AS membuat pelantikan Biden dibayangi kecemasan. Amuk massa pro-Trump pada 6 Januari lalu menewaskan lima orang termasuk seorang petugas polisi.

Kelompok-kelompok ekstremis telah bersumpah akan ada kekacauan pada hari Rabu. Anggota Kongres Partai Demokrat Seth Moulton mengatakan kepada The Guardian bahwa bala bantuan massal telah dikirim ke Washington D.C., di mana ada lebih banyak pasukan militer saat ini daripada di Afghanistan.

Baca juga : Pelantikan Biden Digadang-gadang Bawa Perbaikan Ekonomi Global

Pemilik toko senjata di seluruh negeri mengatakan mereka tidak dapat memenuhi permintaan, di mana outlet-outlet kehabisan amunisi dan senjata yang nyaris habis.

Garda Nasional telah diaktifkan di setidaknya 19 negara bagian, di mana pengunjuk rasa bersenjata berat menyerukan kelompok-kelompok ekstrem dari kedua ujung spektrum politik untuk bersatu melawan pemerintah AS. Para pemrotes bersenjat berat bahkan memperingatkan akan pecahnya "perang saudara kedua" karena mereka terus menolak kemenangan Biden dalam pemilihan presiden (pilpres) 3 November 2020 lalu.

Baca juga : Calon Menlu AS Blinken: Turki Tak seperti Sekutu karena Beli S-400 Rusia

"Ini adalah kesempatan terakhir kita untuk menghindari pemerintahan tirani atau perang saudara yang berdarah dan tidak ada gunanya di antara orang-orang Amerika, yang tidak memiliki banyak hal melawan satu sama lain dan memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang mereka sadari," kata seorang milisi bersenjata, yang bersekutu dengan kelompok anti-pelantikan Biden; Boogaloo Boys, di tangga Gedung Kongres Michigan.

Baca juga: AS Terancam Perang Saudara Jelang Pelantikan Joe Biden

“Pesan kami kepada pemerintah adalah, kami datang dengan damai. Kami tidak bermaksud untuk melakukan kekerasan, tapi saya memohon dengan air mata berlinang dan suara saya pecah, jika Anda terus menindas rakyat Amerika, mereka tidak akan rasional lagi," ujarnya.

Dalam peringatan buletin intelijen bersama pekan lalu, otoritas federal memperingatkan pelanggaran mematikan 6 Januari di Washington D.C. akan berfungsi sebagai "pendorong kekerasan yang signifikan" bagi kelompok milisi bersenjata dan ekstremis rasis yang menargetkan pelantikan Biden.

"Para ekstremis yang bertujuan untuk memicu perang ras dapat mengeksploitasi akibat pelanggaran Capitol dengan melakukan serangan untuk mengacaukan dan memaksa konflik klimaks di Amerika Serikat", tulis para pejabat dalam buletin yang dikeluarkan oleh Pusat Kontra-Terorisme Nasional dan Departemen Kehakiman dan Keamanan Dalam Negeri.

Baca juga: Takut Kudeta Militer terhadap Biden, FBI Periksa 25.000 Tentara AS

Ibu kota di negara bagian medan pertempuran utama—di mana Presiden Donald Trump yang lengser mengarahkan tuduhan tak berdasarnya tentang kecurangan pemilu—dalam siaga tinggi. Gedung-gedung Capitol ditutup, dipagari dan dibatasi oleh polisi dan pasukan militer.

"Ini mengguncang semua orang, Anda tahu, melihat apa yang terjadi di Capitol," kata Kepala Departemen Kepolisian Miami Jorge Colina kepada The New York Times.

Baca juga: Viral, Sindiran Nakal Keponakan Kamala Harris pada Trump Bikin Tertawa

“Ini memberi Anda perasaan tidak nyaman yang mengerikan, dan karena itu, mereka khawatir dengan itu. Mereka prihatin dengan pola pikir, 'Apakah kita aman di sini, di negara ini?'."

Di Washington D.C., persiapan untuk pelantikan Biden telah membuat jalan-jalan sepi dan bisnis serta transportasi umum ditutup. Para penduduk berkomentar bahwa mereka belum pernah melihat begitu banyak senjata dalam hidup mereka.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved