Inggris Sebut Program Vaksinasi Mereka Terbatas karena Masalah Produsen Vaksin

Senin, 18 Januari 2021 - 20:06 WIB
loading...
A A A
Vaksinasi massal dipandang sebagai cara terbaik untuk keluar dari pandemi yang telah menewaskan lebih dari duajuta orang, memusnahkan triliunan dolar dalam output ekonomi dan meningkatkan kehidupan normal orang-orang di seluruh dunia. I

nggris saat ini rata-rata memvaksinasi 140 orang per menit untuk dapat segera mengakhiri pandemi. "Ini berjalan dengan baik, kami memvaksinasi rata-rata 140 orang, itu suntikan pertama, secara harfiah satu menit. Itu rata-rata, sehingga beberapa daerah menjadi lebih baik," kata Zahawi

Dia mengatakan, Inggris saat ini meluncurkan vaksin untuk yang paling rentan terlebih dahulu, dimulai dengan mereka yang berada di panti jompo atau berusia di atas 80 tahun. Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Pacu Kinerja Ekonomi Jawa Timur

Zahawi mengatakan, penawaran vaksin 24 jam akan mulai diujicobakan di London pada akhir bulan. Dia menuturkan, profesi penting seperti guru, polisi, dan pekerjatoko dapat naik ke daftar teratas untuk mendapatkan vaksin, begitu juga semua yang berusia di atas 50 telah ditawari untuk melakukan vaksinasi.

"Guru, petugas polisi, pekerja toko, mereka yang bukan karena kesalahan mereka sendiri selain pekerjaan yang mereka lakukan mungkin bersentuhan dengan virus dalam volume yang jauh lebih besar, harus berada di daftar teratas," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
Pasukan Inggris Dilarang...
Pasukan Inggris Dilarang Pakai TikTok karena Takut Diretas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved