AS Terancam Perang Saudara Jelang Pelantikan Joe Biden

Senin, 18 Januari 2021 - 08:54 WIB
loading...
AS Terancam Perang Saudara...
Milisi bersenjata Boogaloo Boys, kelompok anti-pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, bermunculan di Michigan, Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Rebecca Cook
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan dilantik Rabu, 20 Januari 2021. Namun gelombang protes sedang berlangsung di gedung-gedung Capitol di seluruh negara bagian hari ini (18/1/2021), di mana pengunjuk rasa bersenjata membuat ancaman untuk perang saudara atau perang sipil.

Baca juga : Nate Diaz Hina Khabib Nurmagomedov Banci: Khabib Memang Sialan!

Beberapa adegan yang paling mengkhawatirkan sejauh ini terjadi di Michigan—di mana Garda Nasional telah diaktifkan dan milisi bersenjata mengadakan konferensi pers.

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan

Seorang pria yang bersekutu dengan kelompok anti-pelantikan Biden; Boogaloo Boys—berdiri di samping para pemrotes yang mengenakan perlengkapan militer lengkap—meminta kelompok ekstrem dari kedua ujung spektrum politik untuk bersatu melawan pemerintah AS.

"Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk menghindari pemerintahan tirani atau perang saudara berdarah dan tidak ada gunanya di antara rakyat Amerika, yang tidak memiliki banyak hal untuk melawan satu sama lain dan memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang mereka sadari," kata pria tersebut yang tak disebutkan identitasnya.

Baca juga : Gigi Conor McGregor Patah Tumbal Kemenangan Meng-KO Dustin Poirier

"Pesan kami kepada pemerintah adalah, kami datang dengan damai. Kami tidak berniat melakukan kekerasan, tapi saya mohon dengan berlinang air mata dan suara saya pecah, jika Anda terus menindas rakyat Amerika, mereka tidak akan rasional lagi," ujarnya, seperti dikutip news.com.au.

Sementara itu, para pemilik toko senjata di seluruh negeri mengatakan bahwa mereka tidak dapat memenuhi permintaan, di mana outlet-outlet kehabisan amunisi dan senjata yang hampir habis.

Baca juga: Mencekam, 50 Ibu Kota Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Protes Bersenjata

Salah satu pemilik toko mengatakan kepada media lokal di Texas bahwa dia mati-matian berusaha merekrut staf untuk memenuhi permintaan dan dengan muram memperkirakan situasi dapat berlanjut selama 24 bulan ke depan.

Pakar keamanan senjata Stephen Gutowski mem-posting gambar tanda di luar toko lokalnya di Virginia yang bertuliskan; "Pada dasarnya tidak ada amunisi yang tersedia".

Dia mengatakan masih ada antrean orang di luar toko dan di dalam tidak ada satu pun senapan pompa yang tersedia.

Ada laporan serupa yang muncul di seluruh negeri, di mana pertunjukan senjata di Iowa akhir pekan lalu melaporkan peningkatan besar dalam penjualan dari tahun-tahun sebelumnya.

Diperkirakan 3.500 orang menghadiri pertunjukan Davenport Gun & Knife, yang diadakan di Mississippi Valley Fairgrounds, dan senjata-senjata itu diambil seperti kacang goreng.

Baca juga : Hadapi Pemerintahan Biden, Iran Akan Adopsi Kebijakan 'Aksi Lawan Aksi'

"Kami pada dasarnya telah menjual sekitar 50 persen senjata yang kami miliki," kata juru bicara salah satu vendor mengatakan kepada media lokal tanpa menyebutkan namanya.

Selama pertunjukan biasa, dia mengatakan bahwa mereka akan menjual sekitar 13 senjata. Tapi setelah hanya beberapa jam pertunjukan Davenport Gun & Knife pada hari Sabtu, mereka sudah menjual hampir 75.

Baca juga: Perusuh Capitol AS Ternyata Para Terduga Teroris yang Dipantau FBI

Sementara itu, seorang pemilik toko senjata di Tyler, Texas mengatakan situasinya di luar kendali.

“Sudah 18 tahun. Saya belum pernah melihatnya seburuk ini," kata pemilik Superior Outfitters, Austin Rohr, kepada CBS. “Saya biasanya mulai hanya dari 7 hingga 800 AR dan mungkin ada 10 di belakang saya sekarang.”

Itu hanya 1 persen dari inventaris normal mereka dan dia berusaha keras merekrut staf untuk memenuhi permintaan.

Dia mengatakan orang-orang yang setiap hari datang ke tokonya belum pernah memiliki senjata sebelumnya, tetapi mereka telah berubah pikiran. "Semua prediksi kami akan seperti ini selama 24 bulan ke depan,” katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved