Dihukum Penjara 1.075 Tahun, Harun Yahya Menolak Dikaitkan dengan Gerakan Gulen

Jum'at, 15 Januari 2021 - 20:15 WIB
loading...
Dihukum Penjara 1.075...
Adnan Oktar alias Harun Yahya, ustad selebriti dan penulis Islam, dihukum penjara 1.075 tahun atas berbagai tuduhan kejahatan. Foto/DHA
A A A
ISTANBUL - Adnan Oktar alias Harun Yahya dijatuhi hukuman 1.075 tahun penjara oleh pengadilan di Turki atas serangkaian tuduhan tindakan kejahatan. Salah satunya, dia dituduh membantu kelompok Fethullah Gulen, ulama Turki yang dituding mendalangi kudeta yang gagal terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan pada tahun 2016.

Penulis dan penceramah kontroversial itu ditangkap polisi Istanbul 2018 silam dan hukuman dijatuhkan pengadilanpada Senin lalu.

Baca juga: Turki Menghukum Ustad Selebriti Harun Yahya 1.075 Penjara

Melansir laporan Firstpost.com, Harun Yahya menolak tuduhan memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen. Dia bahkan menyatakan dukungan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan sejak lama.

Karenanya, tuduhan bahwa Harun Yahya berkomplot dengan Gulen janggal. Tuduhan ini diduga untuk mengotori nama baik Fethullah Gulen. Terlebih, gerakan Gulen selama ini selalu mengutamakan perdamaian serta toleransi yang mereka kembangkan di seluruh dunia.

”Setiap kali Erdogan terpojok maka isu komunitas Gulen dijadikan sebagai senjata,” ujar Imam Abdullah Antepli, profesor hubungan antaragama di Universitas Duke, Carolina, AS, beberapa waktu lalu.

Laporan lain yang dilansir Middle East Eye, pada sekitar tahun 1990-an Adnan Oktar bersama pengikutnya pernah menyatakan dukungan kepada Necmettin Erbakan, seorang politikus konservatif, mantan Perdana Menteri yang juga mantan Ketua Partai Kesejahteraan. Partai itu kemudian berubah menjadi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang kini berkuasa dan dipimpin oleh Presiden Erdogan.

Baca juga: Inilah 10 Kontroversi Harun Yahya, Termasuk Punya 1.000 Pacar

Karenanya, saat ditangkap pada 11 Juli 2018, Adnan Oktar mengaku terkejut dengan tuduhan itu karena dia merupakan pendukung Erdogan dalam pemilu bulan Juni. Dia merasa yakin jika Presiden Erdogan tidak mengetahui operasi penangkapannya.

"Saya mencintai Erdogan dengan hati dan jiwa saya, dia orang yang jujur, saya sampaikan dukungan penuh saya kepada beliau sejak dulu. Saya tidak akan membiarkan orang-orang menentang dia, saya akan mempertahankan dia dengan jiwa dan raga saya," katanya.

Harun Yahya ditangkap polisi pada 11 Juli 2018 atas berbagai dakwaan, di antaranya pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur. Dia ditangkap di rumah mewahnya di Cengelkoy, sisi Asia kota Istanbul.

Sekitar 166 pengikut Harun Yahya juga ditangkap, 100 di antaranya adalah perempuan.

Sederet tuduhan yang dihadapi Harun Yahya antara lain pemerkosaan terhadap para gadis di bawah umur, penculikan anak-anak, pelecehan seksual, pemerasan, menahan orang sebagai tawanan, ancaman, spionase politik dan militer, penipuan dengan mengeksploitasi perasaan dan keyakinan agama.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Jakarta Siap Jadi Tuan...
Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Kompetisi Berkuda Internasional Terbesar di Asia
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved