Dimakzulkan Dua Kali, Trumpisme Akan Terus Eksis

Jum'at, 15 Januari 2021 - 05:57 WIB
loading...
A A A
(Baca juga: 20.000 Pasukan Garda Nasional Siap Dikerahkan Saat Pelantikan Biden )

Apa yang harus dilakukan oleh Joe Biden setelah dilantik sebagai Presiden AS? Giroux mengungkapkan, Biden harus kembali mengedukasi publik. "Saatnya AS untuk meraih kembali idealisme utopia seperti keadilan, kebebasan dan kesetaraan," katanya.

Sementara Nouriel Roubini, profesor ekonomi dari Universitas New York, empat tahun setelah kepemimpinan Trump, AS justru seperti republik pisang yang tidak lagi mampu mengontrol pandemi korona dan memicu kerusuhan karena ingin menjadi diktator. Kesan AS sebagai negara demokratis, penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik pun sinar. "Semua pemimpin di seluruh dunia kini terhadap kepada AS," katanya dilansir Channel News Asia.

Berharap pada Biden untuk memperbaiki kerusakan akibat Trumpisme memang menjadi solusi terbaik. Namun, Roubini memandang membalikkan keadalan akibat kepemimpinan Trump tidaklah muda. "Kebanyakan pendukung Republik akan melakukan sabotasi terhadap pemerintahan baru Biden, seperti mereka lakukan kepada mantan Presiden Barack Obama," katanya.

Dijegal Senat
Setelah sukses proses pemungutan suara pemakzulan di DPR, langkah pemakzulan akan menuju ke Senat, yang akan menjalankan persidangan untuk menentukan kesalahan presiden. Mayoritas suara sebanyak dua pertiga diperlukan untuk menghukum Trump, yang berarti setidaknya 17 anggota Republik harus memihak Demokrat di majelis tinggi yang berisikan 100 kursi-terbagi rata antara kedua partai.

Apaka pemakzulan di Senat akan sukses? Harian The New York Times melaporkan, sebanyak 20 anggota Senat dari Partai Republik berpandangan terbuka untuk memakzulkan Trump. Jika Trump dinyatakan bersalah oleh Senat, anggota kongres dapat mengadakan pemungutan suara lagi untuk memblokirnya agar tidak mencalonkan diri lagi.

Sebelumnya, Trump telah mengisyaratkan rencana untuk mencalonkan diri lagi pada tahun 2024. Tetapi persidangan tidak akan dimulai dalam sisa satu pekan terakhir Trump menjabat.

Apalagi, pemimpin Senat Republik Mitch McConnell mengatakan tidak ada peluang untuk menggelar pemungutan suara sebelum pelantikan Biden. “Mengingat aturan, prosedur, dan preseden Senat yang mengatur persidangan pemakzulan presiden, tidak ada peluang bahwa persidangan yang adil atau serius dapat diselesaikan sebelum Presiden terpilih Biden dilantik pekan depan,” katanya.

Persatuan AS menjadi pilihan utama bagi Partai Republik. Dia mengungkapkan, akan lebih baik melayani kepentingan bangsa jika Kongres berfokus pada transisi kekuasaan yang aman dan tertib untuk pemerintahan Biden yang akan datang. McConnell juga mengatakan dalam sebuah catatan kepada rekan-rekannya bahwa dia belum membuat keputusan akhir tentang pilihannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Mengapa Trump Murka...
Mengapa Trump Murka kepada Netanyahu hingga Keluar Kata-Kata Kasar?
Rekomendasi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
Berita Terkini
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved