DPR AS Keluarkan Resolusi Pemakzulan Donald Trump

Rabu, 13 Januari 2021 - 12:05 WIB
loading...
DPR AS Keluarkan Resolusi...
DPR AS keluarkan resolusi pemakzulan Presiden Donald Trump. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) mengambil langkah untuk memakzulkan Presiden Donald Trump . DPR AS, yang dikuasai Partai Demokrat, mengeluarkan resolusi yang mendesak Wakil Presiden Mike Pence untuk menggunakan Amandemen ke-25 untuk memakzulkan Trump setelah peristiwa pengepungan gedung Capitol.

Resolusi Amandemen ke-25 yang tidak mengikat disahkan oleh DPR AS sekitar pukul 23:30 malam waktu setempat seperti dilansir dari New York Post, Rabu (13/1/2021).

Baca juga : Keluar dari Pengasingan Gedung Putih, Trump Lihat Tembok Perbatasan

Anggota parlemen AS akan kembali pada Rabu pagi pukul 9 pagi waktu setempat untuk pemungutan suara terhadap artikel pemakzulan yang menuduh Trump menghasut para perusuh untuk menyerbu gedung Capitol pekan lalu, menyebabkan lima orang tewas.



Partai Republik yang keberatan dengan resolusi tersebut mengatakan meskipun mereka tidak memaafkan tindakan presiden, mereka khawatir Kongres bertindak tidak tepat dengan memberikan tekanan pada Pence untuk bertindak.

“Tanggung jawab itu, meski berat, semata-mata ada di tangan Wakil Presiden. Tidak ada peran Kongres dalam proses ini," kata legislator Partai Republik Tom Cole.

“Kita harus sangat jelas tentang apa sebenarnya resolusi ini: ini merupakan upaya untuk menekan wakil presiden agar menjalankan suatu tugas,” dia melanjutkan, mengatakan bahwa dia memercayai penilaian Pence dan tahu dia akan melakukan hal yang benar.

Selama debat di DPR, perwakilan kepercayaan Trump Jim Jordan menggambarkan proses yang dipimpin Partai Demokrat "mengerikan" dan "menakutkan."(Baca juga: DPR AS Bersiap Lakukan Voting untuk Memakzulkan Trump )

“Saya sudah di sini 14 tahun. Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Saya tidak tahu di mana ini berakhir, ”kata Jordan.

“Mengerikan apa yang mereka lempar ke dalam RUU yang akan kita debat kurang dari satu jam!” ia berteriak, meminta Partai Demokrat untuk mempertimbangkan kembali.

Tetapi Partai Demokrat yang "tidak membungkuk", banyak yang menceritakan kengerian terjebak di ruangan itu ketika para perusuh mencoba masuk, mengatakan mereka memiliki tugas untuk mendakwa Trump.

"Anggota di sini di ruangan ini tahu bahwa selama berjam-jam presiden menolak untuk membalas seruan mereka untuk meminta bantuan," kata legislator Partai Demokrat Mary Gay Scanlon.

"Jika seorang presiden bisa menolak untuk mengakui keinginan para pemilih Amerika, kemudian menghasut kudeta untuk tetap berkuasa tanpa hukuman, maka demokrasi kita hilang," sambungnya.(Baca juga: Ada Ancaman Pemberontakan Besar, Trump Nyatakan Darurat 13 Hari di Washington )

“Itulah mengapa sangat penting bagi Wakil Presiden Pence dan kabinet melakukan hal yang benar untuk menyerukan Amandemen ke-25. Jika tidak, Kongres ini harus menglengserkan Donald Trump dari jabatannya,” tegasnya.

Legislator peringkat ketiga Partai Republik, Liz Cheney, mengatakan dia akan memilih untuk mendakwa Trump dengan berharap selusin legislator Partai Republik diharapkan untuk mengikuti langkahnya.

"Tidak pernah ada pengkhianatan yang lebih besar dari jabatan presiden Amerika Serikat dan sumpahnya kepada Konstitusi," kata Cheney dalam sebuah pernyataan.

Politisi senior Partai Demokrat mengeluarkan peringatan keras kepada Pence minggu lalu: ganti Trump sebagai penjabat presiden atau mereka akan meluncurkan proses pemakzulan - menjadikan Trump berpotensi menjadi panglima tertinggi AS pertama yang dimakzulkan untuk kedua kalinya.(Baca juga: DPR AS Tekan Pence Pecat Presiden Trump, Siapkan Pemakzulan Kedua )

Namun dalam sepucuk surat kepada Pelosi, Pence mengatakan dia tidak akan memberikan tuntutan yang akan semakin memecah belah dan mengobarkan kemarahan.

“Minggu lalu, saya tidak menyerah pada tekanan untuk mengerahkan kekuasaan di luar kewenangan konstitusional saya untuk menentukan hasil pemilu, dan sekarang saya tidak akan menyerah pada upaya DPR untuk memainkan permainan politik pada saat yang begitu serius bagi kehidupan Bangsa kita, ”tulis Pence.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Momen Horor Mahasiswi...
Momen Horor Mahasiswi Tewas Main Rope Jump, Tali Belum Terpasang Terjun 40 Meter
Rekomendasi
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Berita Terkini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved