Empat Mantan Presiden AS Kecam Penyerbuan US Capitol, Obama: Itu Aib
Kamis, 07 Januari 2021 - 15:08 WIB
loading...
Lima mantan Presiden AS yakni Jimmy Carter, George HW Bush, Barack Obama, George W Bush dan Bill Clinton, bertemu di Texas A&M University. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Empat mantan Presiden Amerika Serikat (AS) mengecam penyerbuan gedung US Capitol oleh pendukung Presiden Donald Trump.
(BACA JUGA : China Doakan Kondisi AS Kembali Stabil Pasca Penyerbuan Gedung Parlemen )
Penyerbuan terjadi saat Kongres menggelar sidang untuk sertifikasi suara Electoral College.
Presiden AS ke-43, George W Bush, dalam pernyataannya menyebut insiden itu "memuakkan dan memilukan.”
"Laura dan saya menyaksikan adegan kekacauan yang terjadi di kursi pemerintah negara kita dengan rasa tidak percaya dan cemas. Itu adalah pemandangan yang memuakkan dan memilukan. Beginilah hasil pemilu diperdebatkan di republik pisang, bukan republik demokratis kita," tegas mantan presiden dari Partai Republik itu. (Baca Juga: Dunia Terkejut Melihat Ulah Pendukung Trump Duduki Gedung US Capitol)
Mantan Presiden Barack Obama mengkritik Trump atas kekerasan itu dan menyebut penyerangan itu sebagai "aib besar" dan "aib" bagi AS. (Baca Juga: Kalangan Bisnis Desak Trump Segera Dipecat untuk Jaga Demokrasi)
(BACA JUGA : China Doakan Kondisi AS Kembali Stabil Pasca Penyerbuan Gedung Parlemen )
Penyerbuan terjadi saat Kongres menggelar sidang untuk sertifikasi suara Electoral College.
Presiden AS ke-43, George W Bush, dalam pernyataannya menyebut insiden itu "memuakkan dan memilukan.”
"Laura dan saya menyaksikan adegan kekacauan yang terjadi di kursi pemerintah negara kita dengan rasa tidak percaya dan cemas. Itu adalah pemandangan yang memuakkan dan memilukan. Beginilah hasil pemilu diperdebatkan di republik pisang, bukan republik demokratis kita," tegas mantan presiden dari Partai Republik itu. (Baca Juga: Dunia Terkejut Melihat Ulah Pendukung Trump Duduki Gedung US Capitol)
Mantan Presiden Barack Obama mengkritik Trump atas kekerasan itu dan menyebut penyerangan itu sebagai "aib besar" dan "aib" bagi AS. (Baca Juga: Kalangan Bisnis Desak Trump Segera Dipecat untuk Jaga Demokrasi)
Lihat Juga :