Seorang Wanita 50 Tahun Meninggal usai Diperkosa Pendeta dan 2 Pembantunya

Kamis, 07 Januari 2021 - 04:38 WIB
loading...
Seorang Wanita 50 Tahun...
Ilustrasi korban meninggal dunia. Foto/SINDOnews.com
A A A
NEW DELHI - Seorang wanita berusia 50 tahun di India meninggal setelah dia diperkosa beramai-ramai oleh seorang pendeta dan dua pembantunya di sebuah desa di Ughaiti, Budaun, Uttar Pradesh. Korban diserang pada 3 Januari malam.

Laporan Informasi Pertama (FIR) baru didaftarkan ke kantor polisi pada 5 Januari setelah hasil post-mortem mengonfirmasi luka parah pada organ kemaluan korban. (Baca: Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan Pramugari Cantik Dibebaskan )

Putra korban mengatakan kepada wartawan bahwa Ibunya biasa pergi ke kuil desa setiap malam. "Pada hari Minggu, dia tidak kembali. Sekitar pukul 23.30, pendeta dan dua pembantunya membawanya pulang dengan mobil. Mereka bilang dia jatuh ke sumur kering di area kuil. Dia mengalami pendarahan hebat dan segera meninggal. Sebelum kami bisa minta (penjelasan) apa-apa, ketiganya pergi," kata putra korban yang identitasnya dilindungi.

Putra korban menuduh pendeta Satya Narayan dan para pembantunya; Jaspal dan Vedram, berbohong karena mereka tidak membawa korban ke rumah sakit. "Kami mendekati polisi karena kami merasa seseorang telah memerkosanya," katanya.

Penduduk setempat mengatakan video pendeta yang mengatakan bahwa korban jatuh ke dalam sumur beredar di media lokal, tetapi polisi tidak dapat menangkapnya. Mereka mengatakan sumur kering berada di daerah terpencil dan tidak berada di rute perjalanan ke kuil sehingga mana mungkin seseorang bisa jatuh ke dalamnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved