Lebih dari 600 Jurnalis Meninggal karena COVID-19 dalam 10 Bulan
Rabu, 06 Januari 2021 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat (AS) telah menghitung 31 korban COVID-19 di sektor media dan Pakistan telah mengejarnya dengan 22 kematian, diikuti oleh Turki 17 orang, Inggris 13 orang, Panama 11 orang, dan Bolivia sembilan kematian.
Afghanistan, Republik Dominika, Nigeria, dan Rusia masing-masing memiliki delapan korban meninggal, diikuti Argentina, Kolombia, Honduras dengan tujuh kematian di setiap negara.
Di Nikaragua, Spanyol, dan Venezuela, enam jurnalis meninggal di setiap negara, sedangkan di Prancis, lima kematian akibat COVID-19 diumumkan.
Tiga jurnalis meninggal akibat COVID-19 di Kamerun, Mesir, Guatemala, Iran, Nepal, Salvador, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.
Ada dua kematian yang diketahui di Aljazair, Indonesia, Maroko, Paraguay, Portugal, dan Swedia.
PEC mengidentifikasi setidaknya satu kematian di Austria, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Kanada, Cile,
Republik Demokratik Kongo, Jerman, Irak, Israel, Jepang, Kazakhstan, Kenya, Kyrgyzstan, Lebanon, Arab Saudi, Swiss, Uganda, Tajikistan , Togo, dan Uruguay.
Pada Desember, Brasil mencatat peningkatan terbesar lebih dari 12 orang dalam satu bulan, dan Meksiko 11 orang.
Afghanistan, Republik Dominika, Nigeria, dan Rusia masing-masing memiliki delapan korban meninggal, diikuti Argentina, Kolombia, Honduras dengan tujuh kematian di setiap negara.
Di Nikaragua, Spanyol, dan Venezuela, enam jurnalis meninggal di setiap negara, sedangkan di Prancis, lima kematian akibat COVID-19 diumumkan.
Tiga jurnalis meninggal akibat COVID-19 di Kamerun, Mesir, Guatemala, Iran, Nepal, Salvador, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.
Ada dua kematian yang diketahui di Aljazair, Indonesia, Maroko, Paraguay, Portugal, dan Swedia.
PEC mengidentifikasi setidaknya satu kematian di Austria, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Kanada, Cile,
Republik Demokratik Kongo, Jerman, Irak, Israel, Jepang, Kazakhstan, Kenya, Kyrgyzstan, Lebanon, Arab Saudi, Swiss, Uganda, Tajikistan , Togo, dan Uruguay.
Pada Desember, Brasil mencatat peningkatan terbesar lebih dari 12 orang dalam satu bulan, dan Meksiko 11 orang.
(sya)
Lihat Juga :