Tren Tingkat Kelahiran Anak di Dunia Menurun

Selasa, 05 Januari 2021 - 06:35 WIB
loading...
A A A
Penyebab utama penurunan tingkat kelahiran di Korsel dikarenakan kesulitan perempuan mendapatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga. Banyak perempuan khawatir tidak bisa mendapatkan cuti hamil dan melahirkan dari tempatnya bekerja. Mereka juga khawatir dengan masa depan mereka jika harus memiliki anak. Apalagi, untuk merawat anak diperlukan biaya yang mahal," ungkap Hyun Yu-kim, salah satu perempuan Korsel.

Insentif Jadi Solusi

Banyak negara yang menawarkan solusi untuk meningkatkan tingkat kelahiran. Memberikan insentif bagi orang tua yang memiliki anak menjadi upaya untuk meningkatkan natalitas. Jika solusi tersebut tidak dimainkan secepatnya, bahaya ledakan populasi tua bisa menjadikan ekonomi suatu negara terancam.

Presiden Korsel Moon Jae-in sudah meluncurkan beberapa kebijakan untuk meningkatkan tingkat kelahiran. Kebijakan paling utama adalah memberikan insentif bagi keluarga. Pada 2022, setiap anak yang lahir akan mendapatkan bonus 2 juta won atau USD1.850 (sekitar Rp30 juta) untuk membantu biaya melahirkan. Kemudian, bayi akan mendapatkan bantuan 300.000 won hingga usia satu tahun. (Lihat videonya: Bangkai Pesawat Diduga Air Asia Ditemukan di Kalteng)

Pemerintah Singapura juga membagikan insentif SGD10.000 (Rp108 juta) kepada orang tua yang melahirkan bayi baru untuk mendorong peningkatan angka kelahiran. Pemerintah Singapura berharap program ini akan memotivasi warga lokal untuk tetap memiliki bayi selama pandemi. Pasalnya, warga Singapura banyak yang khawatir dan memutuskan untuk menunda kehamilan akibat prospek kerja dan kondisi keuangan yang buruk.

Kemudian, Finlandia memang memiliki banyak program tunjangan keluarga yang kuat, antara lain, 'paket kado untuk bayi baru lahir' bagi keluarga yang sedang menunggu kelahiran anak. Salah satu tunjangannya adalah untuk anak sekitar 100 euro atau sekitar Rp1 juta per anak per bulan serta cuti bersama orang tua yang berlangsung hingga sembilan bulan dengan 70% gaji dibayarkan.

Meski menghabiskan lebih banyak uang publik untuk tunjangan keluarga daripada rata-rata Uni Eropa, Ritva Nätkin, seorang dosen ilmu sosial di Universitas Tampere, percaya bahwa kebijakan keluarga di Finlandia tertinggal dari negara-negara Nordik lainnya seperti Swedia dengan cuti orang tua yang lebih lama. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Penumpang Ngamuk Berusaha...
Penumpang Ngamuk Berusaha Serang Pilot, Pesawat Mendarat Darurat
Rekomendasi
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved