India Gelar Uji Coba Nasional Sistem Pengiriman Vaksin COVID-19

loading...
India Gelar Uji Coba Nasional Sistem Pengiriman Vaksin COVID-19
India gelar uji coba nasional sistem pengiriman vaksin COVID-19. Foto/Stripes
NEW DELHI - India menguji sistem pengiriman vaksin COVID-19 dengan uji coba nasional pada hari Sabtu. Itu dilakukan saat negara itu bersiap untuk meluncurkan program inokulasi untuk membendung pandemi virus Corona .

"Uji coba tersebut termasuk entri data ke platform online untuk memantau pengiriman vaksin, bersama dengan pengujian penyimpanan dingin (cold storage) dan pengaturan transportasi untuk vaksin," kata Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari The Associated Press, Minggu (3/1/2021).

Uji coba besar-besaran ini diikuti oleh regulator obat India yang merekomendasikan persetujuan penggunaan darurat dua vaksin untuk COVID-19 - satu dikembangkan oleh Universitas Oxford dan pembuat obat yang berbasis di Inggris, AstraZeneca, dan satu lagi oleh pabrikan India Bharat Biotech.





Kedua vaksin sekarang harus menunggu persetujuan akhir dari regulator India.

Serum Institute of India, perusahaan pembuat vaksin terbesar di dunia, telah dikontrak oleh AstraZeneca untuk membuat 1 miliar dosis untuk negara berkembang, termasuk India. Pada hari Rabu, Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaan vaksin tersebut.(Baca juga: Susul Inggris, India Setujui Vaksin COVID-19 AstraZeneca )

Vaksin yang dikembangkan oleh Bharat Biotech didasarkan pada bentuk virus Corona yang tidak aktif. Vaksin itu dibuat bekerja sama dengan badan-badan pemerintah India. Studi klinis awal menunjukkan bahwa vaksin tersebut tidak memiliki efek samping yang serius dan menghasilkan antibodi untuk COVID-19 . Perusahaan tersebut mengatakan pada November bahwa mereka memulai uji klinis yang terlambat.



Pemerintah India berencana untuk menyuntik 300 juta orang pada fase pertama program vaksinasi, yang akan mencakup perawatan kesehatan dan pekerja garis depan, polisi dan pasukan militer, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta yang berusia di atas 50 tahun.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top