Susul Inggris, India Setujui Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Jum'at, 01 Januari 2021 - 21:28 WIB
loading...
Susul Inggris, India...
India menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Foto/Bangkok Post
A A A
NEW DELHI - Regulator penggunaan obat India menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk penggunaan darurat. Hal itu diungkapkan olehdua sumber yang mengetahui hal tersebut.

Keputusan tersebut akan membuka jalan bagi peluncuran vaksin di negara terpadat kedua di dunia yang, setelah Amerika Serikat (AS), memiliki jumlah infeksi COVID-19 tertinggi di dunia.

Sebelumnya, Inggris dan Argentina telah mengesahkan penggunaan mendesak vaksin itu untuk publik.

Perwakilan Organisasi Pengendalian Standar Obat Sentral (CDSCO) India, yang para ahli bertemu untuk kedua kalinya minggu ini dan juga mempertimbangkan dua vaksin lainnya, menolak berkomentar.



Inggris dan Argentina telah mengesahkan vaksin untuk penggunaan publik yang mendesak. SedangkanIndia ingin segera mulai memberikan suntikan vaksin COVID-19.(Baca juga: Inggris Negara Pertama di Dunia Setujui Vaksin Covid AstraZeneca/Oxford )

Keputusan ini juga mempertimbangkan aplikasi otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dengan BioNTech Jerman, dan oleh Bharat Biotech India.

"Baik AstraZeneca dan Bharat Biotech akan mendapatkan persetujuan hari ini," salah satu sumber mengatakan kepada Reuters sebelumnya.

“Semua persiapan sudah dilakukan dengan mempertimbangkan tanggal hari ini,” imbuhnya seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (1/1/2021)

Sumber lain kurang yakin tentang prospek Bharat Biotech, kata Reuters.(Baca juga: Malaysia Boyong 6,4 Juta Vaksin AstraZeneca )

"Kami berharap," kata sumber lain tentang vaksin yang dikembangkan bersama Dewan Riset Medis India yang dikelola pemerintah. Seorang perwakilan CDSCO menolak berkomentar.

Kelompok itu bertemu sehari menjelang uji coba nasional untuk pengiriman vaksin di negara dengan lebih dari 10 juta infeksi virus korona.

Elizabeth Puranam dari Al Jazeera, yang melaporkan dari ibu kota New Delhi, mengatakan persetujuan vaksin akan menjadi berita yang sangat disambut baik oleh negara tersebut karena beberapa alasan.

Lebih dari 50 juta dosis vaksin AstraZeneca telah disimpan oleh produsen lokalnya, Serum Institute of India (SII), dan salah satu sumber mengatakan suntikan dapat mulai diangkut dari cold storage ke negara bagian India paling cepat Sabtu. .

SII mengatakan dalam email mereka akan menunggu persetujuan akhir datang sebelum berkomentar.

Pemerintah India pada Rabu mengatakan Pfizer Inc telah meminta lebih banyak waktu untuk menyajikan data untuk otorisasi darurat dari vaksin yang telah dikembangkannya dengan BioNTech Jerman.

Otoritas kesehatan India mengharapkan untuk memulai kampanye vaksinasi untuk sekitar 300 juta orang awal bulan depan.(Baca juga: Rusia Akan Uji Coba Vaksin Kombinasi AstraZeneca-Sputnik V )

Dengan lebih dari 10 juta kasus, India telah melaporkan jumlah kasus virus Corona tertinggi kedua setelah AS, meskipun tingkat infeksinya telah turun secara signifikan dari puncak pertengahan September.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Bela Iran, Kelompok...
Bela Iran, Kelompok Houthi Akan Tembak Kapal Israel yang Lintasi Laut Merah
Rekomendasi
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Berita Terkini
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved