Pakistan Tangkap 31 Orang yang Bakar Kuil Hindu Berumur Seabad
Jum'at, 01 Januari 2021 - 08:01 WIB
loading...
Massa di Pakistan mengamuk dan membakar kuil Hindu berumur seabad. Foto/The Top10 News
A
A
A
ISLAMABAD - Pasukan polisi Pakistan menangkap 31 orang tersangka yang membakar dan menghancurkan sebuah kuil Hindu berumur seabad dalam aksi amuk massa di distrik Karak, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Amuk massa pada hari Rabu lalu itu terjadi setelah para ulama Muslim berpidato provokatif dalam protes damai menentang apa yang mereka sebut perluasan kuil. Penangkapan puluhan tersangka berlangsung pada hari Kamis (31/12/2020). (Baca: Massa di Pakistan Mengamuk dan Bakar Kuil Hinduk Berumur Seabad )
Anggota komunitas Hindu sejatinya sudah mendapat izin dari pemerintah setempat untuk merenovasi Samadhi (tempat suci) Shri Paramhans Ji Maharaj, kuil berumur seabad yang dianggap suci oleh umat Hindu setempat. Namun, komunitas Muslim menganggap renovasi kuil itu dilakukan dengan memperluas bangunan.
Perdana Menteri Imran Khan mengutuk insiden tragis itu dan meyakinkan komunitas Hindu bahwa tindakan tegas diambil terhadap para pelaku.
Polisi setempat mengatakan lebih banyak penggerebekan sedang dilakukan untuk menangkap mereka yang bergabung atau memprovokasi massa untuk merusak tempat suci.
Amuk massa pada hari Rabu lalu itu terjadi setelah para ulama Muslim berpidato provokatif dalam protes damai menentang apa yang mereka sebut perluasan kuil. Penangkapan puluhan tersangka berlangsung pada hari Kamis (31/12/2020). (Baca: Massa di Pakistan Mengamuk dan Bakar Kuil Hinduk Berumur Seabad )
Anggota komunitas Hindu sejatinya sudah mendapat izin dari pemerintah setempat untuk merenovasi Samadhi (tempat suci) Shri Paramhans Ji Maharaj, kuil berumur seabad yang dianggap suci oleh umat Hindu setempat. Namun, komunitas Muslim menganggap renovasi kuil itu dilakukan dengan memperluas bangunan.
Perdana Menteri Imran Khan mengutuk insiden tragis itu dan meyakinkan komunitas Hindu bahwa tindakan tegas diambil terhadap para pelaku.
Polisi setempat mengatakan lebih banyak penggerebekan sedang dilakukan untuk menangkap mereka yang bergabung atau memprovokasi massa untuk merusak tempat suci.
Lihat Juga :