Turki Ingin Normalisasi dengan Israel, Syaratnya Kemerdekaan Palestina

Minggu, 27 Desember 2020 - 13:12 WIB
loading...
A A A
"Palestina adalah garis merah kami, kami tidak akan menerimanya. Faktanya, kami dengan sepenuh hati berharap hubungan kami dengan Israel membaik," sambungya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (27/12/2020).

Proses perdamaian Israel-Palestina telah lama terhenti, karena kedua belah pihak menolak untuk berkompromi tentang masalah-masalah yang penting bagi mereka. Salah satu tujuan utama pihak Palestina adalah untuk memulihkan perbatasan sebelum Perang Enam Hari pada 1967, dengan kemungkinan pertukaran teritorial.
Palestina berharap untuk mendirikan negara mereka di Tepi Barat dan di Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya.

Israel, di sisi lain, menentang gagasan untuk memulihkan perbatasan sebelum 1967 dan bahkan lebih memusuhi gagasan berbagi Yerusalem, yang mereka anggap sebagai Ibu Kota bersejarah dan tidak terbagi. ( Baca juga: Jenderal Haftar Umbar Ancaman, Pasukan Turki Jadi Target Serangan )

Meskipun sukses melakukan normalisasi hubungan dengan bebearapa negara Arab dalam beberapa bulan terakhir, masih terhentinya pembicaraan damai dengan Palestina merusak prospek peluang Israel untuk menormalkan hubungan dengan banyak negara Arab.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Perang Meluas! Militer...
Perang Meluas! Militer Ukraina Serang 2 Kapal Iran di Laut Kaspia, 1 Orang Tewas
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
DBH Dipotong Pemerintah...
DBH Dipotong Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Hanya Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Yamaha Kenalkan Motor...
Yamaha Kenalkan Motor Listrik Penantang Honda e-CUV
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved