Ayatollah Khamenei Ucapkan Selamat kepada Umat Kristen di Hari Natal
Sabtu, 26 Desember 2020 - 06:30 WIB
loading...
Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Revolusi Islam Iran , Ayatollah Ali Khamenei , mengucapkan selamat kepada umat Kristen di Iran dan dunia atas peringatan kelahiran Yesus Kristus atau Natal , Jumat (25/12/2020).
"Saya mengucapkan selamat kepada semua orang Kristen dan Muslim di dunia, terutama rekan Kristen kami, pada peringatan kelahiran Nabi #Yesus Kristus, Mesias," tulis Khamenei di Twitter dalam bahasa Inggris, yang dikutip Mehr News, Sabtu (26/12/2020). (Baca: Para Diplomat di Arab Saudi Rayakan Natal: 'Ini Mirip Ramadhan, Bertukar Hadiah' )
Presiden Iran Hassan Rouhani, dalam pesan terpisah, mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Yesus Kristus dan tahun baru untuk Paus Fransiskus dan para pemimpin dunia.
Dalam pesan suratnya kepada Paus Fransiskus pada hari Kamis, yang menandai Malam Natal, Rouhani mengatakan mengikuti kebajikan Yesus Kristus dapat membantu dunia memecahkan tantangan sosial. Dia menggarisbawahi bahwa menganalisis gaya hidup Nabi, yang dipenuhi dengan kebaikan dan toleransi yang tak ada habisnya, dapat mengarah pada penghapusan tantangan sosial dan budaya saat ini.
"Ini juga dapat membuka jalan untuk menyingkirkan kesulitan dan menemukan jalan menuju kesempurnaan manusia," katanya.
"Saya mengucapkan selamat kepada semua orang Kristen dan Muslim di dunia, terutama rekan Kristen kami, pada peringatan kelahiran Nabi #Yesus Kristus, Mesias," tulis Khamenei di Twitter dalam bahasa Inggris, yang dikutip Mehr News, Sabtu (26/12/2020). (Baca: Para Diplomat di Arab Saudi Rayakan Natal: 'Ini Mirip Ramadhan, Bertukar Hadiah' )
Presiden Iran Hassan Rouhani, dalam pesan terpisah, mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Yesus Kristus dan tahun baru untuk Paus Fransiskus dan para pemimpin dunia.
Dalam pesan suratnya kepada Paus Fransiskus pada hari Kamis, yang menandai Malam Natal, Rouhani mengatakan mengikuti kebajikan Yesus Kristus dapat membantu dunia memecahkan tantangan sosial. Dia menggarisbawahi bahwa menganalisis gaya hidup Nabi, yang dipenuhi dengan kebaikan dan toleransi yang tak ada habisnya, dapat mengarah pada penghapusan tantangan sosial dan budaya saat ini.
"Ini juga dapat membuka jalan untuk menyingkirkan kesulitan dan menemukan jalan menuju kesempurnaan manusia," katanya.
Lihat Juga :