Misa Natal Paus Fransiskus: Yesus Terlahir sebagai Orang Buangan Miskin
Jum'at, 25 Desember 2020 - 05:51 WIB
loading...
Paus Fransiskus menghadiri Misa pada Malam Natal di Basilika Santo Petrus di tengah pandemi COVID-19 di Vatikan pada 24 Desember 2020. Foto/Vincenzo Pinto/Pool via REUTERS
A
A
A
VATIKAN - Paus Fransiskus merayakan Misa Malam Natal sederhana yang dibuat suram oleh pandemi virus corona baru (COVID-19) pada hari Kamis (24/12/2020). Pada momen tersebut, dia mengatakan orang harus merasa berkewajiban untuk membantu mereka yang membutuhkan karena Yesus sendiri terlahir sebagai orang buangan yang miskin.
Misa diadakan di bagian belakang Basilika Santo Petrus dengan kurang dari 100 peserta dan hanya sejumlah kecil kardinal dan uskup. Biasanya diadakan di bagian utama basilika dan dihadiri hingga 10.000 orang, termasuk korps diplomatik yang mewakili hampir 200 negara.
Setiap orang kecuali Paus dan paduan suara kecil mengenakan masker selama Misa, yang dimulai dua jam lebih awal dari biasanya sehingga bahkan sejumlah orang yang hadir dapat pulang ke rumah pada pukul 22.00 malam. (Baca: Paku yang Diduga Digunakan untuk Menyalib Yesus Ditemukan di Biara Ceko )
"Anak Tuhan dilahirkan sebagai orang buangan, untuk memberi tahu kita bahwa setiap orang yang terbuang adalah anak Tuhan," kata pemimpin Vatikan tersebut dalam homilinya, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/12/2020).
"Natal harus membuat setiap orang merenungkan ketidakadilan kita terhadap begitu banyak saudara dan saudari kita, alih-alih mengejar keinginan tak berujung kita untuk memiliki dan kesenangan sesaat," kata Paus Fransiskus .
Misa diadakan di bagian belakang Basilika Santo Petrus dengan kurang dari 100 peserta dan hanya sejumlah kecil kardinal dan uskup. Biasanya diadakan di bagian utama basilika dan dihadiri hingga 10.000 orang, termasuk korps diplomatik yang mewakili hampir 200 negara.
Setiap orang kecuali Paus dan paduan suara kecil mengenakan masker selama Misa, yang dimulai dua jam lebih awal dari biasanya sehingga bahkan sejumlah orang yang hadir dapat pulang ke rumah pada pukul 22.00 malam. (Baca: Paku yang Diduga Digunakan untuk Menyalib Yesus Ditemukan di Biara Ceko )
"Anak Tuhan dilahirkan sebagai orang buangan, untuk memberi tahu kita bahwa setiap orang yang terbuang adalah anak Tuhan," kata pemimpin Vatikan tersebut dalam homilinya, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/12/2020).
"Natal harus membuat setiap orang merenungkan ketidakadilan kita terhadap begitu banyak saudara dan saudari kita, alih-alih mengejar keinginan tak berujung kita untuk memiliki dan kesenangan sesaat," kata Paus Fransiskus .
Lihat Juga :