Dilakukan Malam Hari, Produsen AK-47 Sukses Uji Coba Rudal Anti Pesawat Terbaru

Jum'at, 25 Desember 2020 - 05:49 WIB
loading...
Dilakukan Malam Hari,...
Dilakukan malam hari, Kalashnikov berhasil melakukan uji coba rudal anti pesawat terbaru. Foto/Russia Today
A A A
MOSKOW - Produsen senapan serbu legendaris AK-47 Rusia, Kalashnikov, telah berhasil melakukan uji coba rudal anti-pesawat baru yang dipandu. Berbeda dari biasanya, uji coba terhadap rudal yang diberi nama Strela atau berarti panah itu dilakukan pada malam hari.

Dalam video yang dirilis perusahaan tersebut, Strela secara mengesankan berhasil menemukan targetnya di langit yang gelap.

Rekaman tersebut, yang diedit dengan menambahkan soundtrack dramatis, menunjukkan sistem anti-pesawat Strela-10M beraksi dengan menggunakan tracked chassis di Donguz di Wilayah Orenburg, Rusia di perbatasan dengan Kazakhstan.



Selama tes pada malam hari, sistem tersebut menggunakan peluru kendali Strela-9M333 yang canggih dari Kalashnikov untuk menghancurkan beberapa target, yang mensimulasikan proyektil dan pesawat musuh.

Menurut pengembangnya rudal ini mampu menembak jatuh pesawat terbang rendah, helikopter, drone, dan rudal jelajah. Rudal ini tetap efektif dalam cuaca apa pun dan mampu melewati beberapa jenis gangguan optik yang digunakan untuk melindungi pesawat terbang.(Baca juga: Putin Sebut Pembuatan Rudal Antar Benua Rusia Hampir Selesai )

"Strela-9M333 mengungguli rudal serupa lainnya karena fleksibilitas yang lebih besar dari sistem pelacaknya, yang dapat beroperasi secara kontras, inframerah dan mode interferensi," kata Kalashnikov seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (25/12/2020).

Dengan tes yang diberi label sukses, perusahaan mengumumkan bahwa mereka sekarang memulai produksi massal rudal Strela untuk militer Rusia.(Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Perang di Ruang Angkasa Dekati Kenyataan )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
Rudal Stinger, Senjata...
Rudal Stinger, Senjata Anti-Pesawat Canggih Andalan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved