Dewan HAM Kecam Trump karena Ampuni Pelaku Pembantaian Baghdad

Kamis, 24 Desember 2020 - 16:45 WIB
loading...
Dewan HAM Kecam Trump...
Dewan HAM PBB mengaku sangat prihatin dengan keputusan Trump berikan ampunan pada empat mantan kontraktor yang dihukum karena melakukan pembantaian tahun 2007 di Baghdad. Foto/REUTERS
A A A
JENEWA - Dewan HAM PBB mengaku "sangat prihatin" dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump memberikan pengampunan terhadap empat mantan kontraktor pemerintah yang dihukum karena melakukan pembantaian tahun 2007 di Baghdad, Irak. Aksi keempat orang itu menyebabkan lebih dari selusin warga sipil Irak tewas.

Kasus keempat orang tersebut menyebabkan keributan internasional atas penggunaan penjaga keamanan swasta di zona perang. Keempatnya berasal dari perusahaan penyedia jasa keamanan, Blackwater. ( Baca juga: Trump Ampuni Banyak Sekutu, Termasuk Besannya Sendiri )

Keempatnya melakukan pembunuhan di Lapangan Nisoor Baghdad pada September 2007, ketika para pria, mantan veteran yang bekerja sebagai kontraktor untuk Kementerian Luar Negeri, melepaskan tembakan ke bundaran lalu lintas yang padat. Proses peradilan kasus ini berjalan rumit dan panjang.

Jaksa menegaskan konvoi Blackwater yang bersenjata berat melancarkan serangan tanpa alasan menggunakan penembak jitu, senapan mesin dan peluncur granat. Pengacara berpendapat klien mereka membalas tembakan setelah disergap oleh pemberontak Irak.

"Keempat orang ini dijatuhi hukuman mulai dari 12 tahun hingga penjara seumur hidup, termasuk atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama," kata juru bicara kantor HAM PBB, Marta Hurtado.

“Mengampuni mereka berkontribusi pada impunitas dan berdampak pada memberanikan orang lain untuk melakukan kejahatan semacam itu di masa depan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (24/12/2020). ( Baca juga: Komnas HAM Periksa Barang Bukti Milik 6 Laskar FPI dari Sajam Hingga Senpi )

Dia mengatakan bahwa korban pelanggaran HAM berat dan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional juga memiliki hak untuk mendapatkan pemulihan, yang mencakup hak untuk melihat pelaku menjalani hukuman yang sebanding dengan kejahatan mereka.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved