Dewan HAM Kecam Trump karena Ampuni Pelaku Pembantaian Baghdad

loading...
Dewan HAM Kecam Trump karena Ampuni Pelaku Pembantaian Baghdad
Dewan HAM PBB mengaku "sangat prihatin" dengan keputusan Trump berikan ampunan pada empat mantan kontraktor yang dihukum karena melakukan pembantaian tahun 2007 di Baghdad. Foto/REUTERS
JENEWA - Dewan HAM PBB mengaku "sangat prihatin" dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump memberikan pengampunan terhadap empat mantan kontraktor pemerintah yang dihukum karena melakukan pembantaian tahun 2007 di Baghdad, Irak. Aksi keempat orang itu menyebabkan lebih dari selusin warga sipil Irak tewas.

Kasus keempat orang tersebut menyebabkan keributan internasional atas penggunaan penjaga keamanan swasta di zona perang. Keempatnya berasal dari perusahaan penyedia jasa keamanan, Blackwater. ( Baca juga: Trump Ampuni Banyak Sekutu, Termasuk Besannya Sendiri )

Keempatnya melakukan pembunuhan di Lapangan Nisoor Baghdad pada September 2007, ketika para pria, mantan veteran yang bekerja sebagai kontraktor untuk Kementerian Luar Negeri, melepaskan tembakan ke bundaran lalu lintas yang padat. Proses peradilan kasus ini berjalan rumit dan panjang.

Jaksa menegaskan konvoi Blackwater yang bersenjata berat melancarkan serangan tanpa alasan menggunakan penembak jitu, senapan mesin dan peluncur granat. Pengacara berpendapat klien mereka membalas tembakan setelah disergap oleh pemberontak Irak.



"Keempat orang ini dijatuhi hukuman mulai dari 12 tahun hingga penjara seumur hidup, termasuk atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama," kata juru bicara kantor HAM PBB, Marta Hurtado.

“Mengampuni mereka berkontribusi pada impunitas dan berdampak pada memberanikan orang lain untuk melakukan kejahatan semacam itu di masa depan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (24/12/2020). ( Baca juga: Komnas HAM Periksa Barang Bukti Milik 6 Laskar FPI dari Sajam Hingga Senpi )

Dia mengatakan bahwa korban pelanggaran HAM berat dan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional juga memiliki hak untuk mendapatkan pemulihan, yang mencakup hak untuk melihat pelaku menjalani hukuman yang sebanding dengan kejahatan mereka.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top