Gara-gara Mutan Virus COVID-19, Satu Keluarga Terdampar di Afsel
Selasa, 22 Desember 2020 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Setelah tidak dapat bertemu ibunya yang berusia 76 tahun selama setahun, Wessolowski - seorang warga Jerman kelahiran Afsel - mengatakan ketidakmampuan mereka untuk berinteraksi lebih karena pembatasan terkait COVID-19 telah menjadi bagian tersulit dari kunjungannya.(Baca juga: Pasca Kemunculan Mutasi Covid-19, Sejumlah Negara Eropa 'Tutup Diri' dari Inggris )
“Dia sangat kesepian tapi kami semua mengikuti aturan dan menjaga jarak dengannya. Sangat sulit untuk melihat ibumu setelah setahun dan kamu tidak bisa memeluknya," tambah Wessolowski sambil menangis.
Sementara itu di Bandara Internasional OR Tambo di Johannesburg pada hari Selasa, ada lebih sedikit penumpang dari biasanya, sebagian besar rute penerbangan domestik.
Departemen Pariwisata Afsel mengatakan tidak memiliki informasi tentang jumlah penerbangan yang dibatalkan atau dijadwalkan ulang karena larangan tersebut. Namun pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan kedutaan asing untuk memfasilitasi kontak antara warga negara asing di Afsel dan pemerintah mereka.
Departemen Kesehatan Afsel pekan lalu mengatakan mutasi virus baru mungkin berada di balik lonjakan infeksi COVID-19 baru-baru ini. Varian virus Corona baru ini berbeda dari yang diidentifikasi di Inggris, meskipun keduanya membawa mutasi yang membuat mereka lebih cepat ditularkan daripada strain dominan yang beredar sebelumnya.(Baca juga: Inggris: Virus Covid-19 Jenis Baru Mungkin Sudah Menyebar ke Wilayah Lain )
“Dia sangat kesepian tapi kami semua mengikuti aturan dan menjaga jarak dengannya. Sangat sulit untuk melihat ibumu setelah setahun dan kamu tidak bisa memeluknya," tambah Wessolowski sambil menangis.
Sementara itu di Bandara Internasional OR Tambo di Johannesburg pada hari Selasa, ada lebih sedikit penumpang dari biasanya, sebagian besar rute penerbangan domestik.
Departemen Pariwisata Afsel mengatakan tidak memiliki informasi tentang jumlah penerbangan yang dibatalkan atau dijadwalkan ulang karena larangan tersebut. Namun pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan kedutaan asing untuk memfasilitasi kontak antara warga negara asing di Afsel dan pemerintah mereka.
Departemen Kesehatan Afsel pekan lalu mengatakan mutasi virus baru mungkin berada di balik lonjakan infeksi COVID-19 baru-baru ini. Varian virus Corona baru ini berbeda dari yang diidentifikasi di Inggris, meskipun keduanya membawa mutasi yang membuat mereka lebih cepat ditularkan daripada strain dominan yang beredar sebelumnya.(Baca juga: Inggris: Virus Covid-19 Jenis Baru Mungkin Sudah Menyebar ke Wilayah Lain )
(ber)
Lihat Juga :