Pakistan kepada UEA: Kami Tak Akan Normalisasi dengan Israel!

Selasa, 22 Desember 2020 - 14:07 WIB
loading...
Pakistan kepada UEA:...
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Foto/Anadolu Agency
A A A
ISLAMABAD - Pemerintah Pakistan mengaku telah menegaskan kepada pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bahwa Islamabad tidak dapat mengakui dan melakukan normalisasi dengan negara Israel . Menurut Islamabad, normalisasi hubungan bisa terjadi setelah ada penyelesaian konkret dan permanen untuk masalah Palestina.

"Saya dengan tegas menyampaikan sikap Pakistan tentang Israel kepada menteri luar negeri UEA bahwa kami tidak akan dan tidak dapat menjalin hubungan dengan Israel sampai solusi konkret dan permanen untuk masalah Palestina ditemukan," kata Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi kepada wartawan di kota Multan hari Senin. (Baca: PM Pakistan: Kami Ditekan Negara Sahabat untuk Akui Negara Israel )

Penjelasan Qureshi muncul sehari setelah kunjungannya ke UEA, yang dianggap oleh banyak orang sebagai lawatan penting di tengah rumor bahwa Islamabad diam-diam telah mengirim utusan ke Tel Aviv. Islamabad telah membantah laporan tersebut, terutama laporan dari media Israel.

Menanggapi pertanyaan mengenai laporan tentang dugaan tekanan dari Arab Saudi, UEA dan negara-negara Teluk lainnya untuk mengakui negara Israel, Qureshi mengaku telah menjelaskan kepada mitranya di UEA tentang "kedalaman emosi dan perasaan" yang dimiliki orang Pakistan tentang Palestina dan Kashmir.

"Menteri Luar Negeri UEA sepenuhnya memahami perasaan kami pada dua masalah tersebut," katanya, seperti dikutip Anadolu, Selasa (22/12/2020).

Menanggapi laporan tentang tekanan pada Islamabad untuk mengakui Israel, dia berkata; “Nomor satu, tidak akan ada tekanan pada kami. Kedua, kami harus membuat keputusan dengan memperhatikan kepentingan Pakistan dan bukan karena tekanan apa pun. Kami memiliki kebijakan dan kami masih mematuhinya."

Perdana Menteri Imran Khan, lanjut dia, telah berkali-kali mengklarifikasi bahwa tidak ada tekanan pada Pakistan dalam hal ini. (Baca juga: Tak Hanya Kapal Selam AS, Kapal Selam Israel Juga Gertak Iran )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved