Pakar Ungkap Alasan Terjadinya Peningkatan Penembakan Massal di AS

Selasa, 22 Desember 2020 - 05:30 WIB
loading...
A A A
"Sekarang, apa yang kita lihat di AS adalah peningkatan besar-besaran dalam penjualan senjata tahun ini. Sekali lagi, pada bulan Agustus saja, penjualan senjata api di AS secara keseluruhan naik 60%," sambungnya.

(Baca: Daftar Aksi Penembakan Sekolah Menengah di Amerika Serikat )

Jackson mengatakan, saat ini lebih banyak senjata di masyarakat daripada sebelumnya dan itu akan menghasilkan lebih banyak penembakan massal. Juga akan ada beberapa dampak rumit tentang hal itu.

Karena, ungkapnya, banyak orang yang telah membeli senjata ini dan sejauh ini setara dengan sekitar dua juta senjata api yang dijual di AS hingga Agustus tahun ini dan banyak dari orang-orang yang memiliki senjata tersebut, pada akhirnya akan menyingkirkan atau menjualnya melalui pameran barang antik atau obral garasi.

"Dan ketika Anda menjual senjata api dan Anda tidak melakukannya untuk mata pencaharian atau keuntungan Anda, Anda tidak perlu memiliki pemeriksaan latar belakang pembeli, dan itu berarti bahwa lebih jauh lagi senjata akan sampai ke tangan orang-orang yang seharusnya tidak memiliki senjata dan yang tidak akan bisa mendapatkan senjata tersebut jika pemeriksaan latar belakang dilakukan. Jadi, ini masalah besar sekarang, tapi itu menyebabkan masalah yang lebih besar di masa mendatang," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved