Pakar Ungkap Alasan Terjadinya Peningkatan Penembakan Massal di AS

Selasa, 22 Desember 2020 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Arsip Kekerasan Senjata, ucapnya, adalah ukuran paling longgar tentang penembakan massal. Tetapi, ketika menggunakan statistik tersebut, hanya pada tahun 2020 saja, pada bulan Agustus pihaknya telah mencapai 578 insiden penembakan massal.

Tahun lalu, jelas Jackson, sepanjang 2019, hanya ada 417 insiden. "Jadi kami sudah melihat peningkatan besar. Sekarang, biasanya ada peningkatan umum, dari tahun ke tahun penembakan massal perlahan-lahan meningkat, tetapi ini telah melonjak dari 417 menjadi sekitar 600 penembakan massal pada akhir tahun, jika tidak lebih," ujarnya.

(Baca: Ada Ancaman Penembakan Massal Jika Biden Menang Pilpres AS, FBI Beraksi )

Dia lalu menuturkan, ada sejumlah alasan di balik mengapa menurut kami penembakan massal telah meningkat. Menurutnya, ada hubungan yang sangat jelas yang telah dibuktikan oleh penelitian, yakni semakin banyak senjata yang ada di masyarakat, semakin banyak penembakan massal yang terjadi.

"Ini lebih kompleks daripada hanya mengatakan senjata sama dengan penembakan massal, tetapi statistik itu, korelasi itu, ada di sana. Bahkan, ketika Anda menyesuaikan dengan tingkat latar belakang kriminalitas atau kekerasan dalam masyarakat, Anda cenderung menemukan bahkan berdasarkan negara bagian, bahwa semakin banyak senjata yang Anda miliki, semakin banyak penembakan massal yang akan Anda lakukan," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Langka! Matahari Tepat...
Langka! Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini
Rekomendasi
Statistik Ungkap Rahasia...
Statistik Ungkap Rahasia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
Review iCar V23: SUV Boxy...
Review iCar V23: SUV Boxy Rp500 Juta yang Bikin Semua Orang Menoleh, tapi Tak Semua Jatuh Cinta
Berita Terkini
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved