Penumpang Meninggal karena COVID-19, Penerbangan United Airlines Kacau
Senin, 21 Desember 2020 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Aldapa mengatakan dia dan dua orang lainnya melakukan CPR pada orang yang sakit tersebut selama hampir satu jam.
Mengutip laporan CBS Los Angeles,Senin (21/12/2020), dia dan penumpang lainnya pada dasarnya bekerja sama melakukan kompresi dada pada pria yang mulai gemetar sebelum kehilangan kesadaran dalam penerbangan.
Alih-alih siapa pun di pesawat memberikan napas bantuan mulut ke mulut, kantong oksigen yang dapat dikompres dipasang pada masker untuk mencoba membantu yang sekarat itu bernapas lagi.
Sementara itu, cuplikan video yang diambil dari dalam penerbangan yang penuh sesak menunjukkan penumpang panik saat drama itu berlangsung. (Baca juga: Kapal Induk China Mendekat, Taiwan Kerahkan 6 Kapal Perang dan 8 Pesawat )
Aldapa mengatakan dia berbicara dengan istri penumpang yang sekarat, yang mengakui bahwa suaminya dijadwalkan untuk menjalani tes COVID-19 di Los Angeles setelah kehilangan kemampuan perasa dan penciuman bau, meskipun pria itu dilaporkan memberi tahu maskapai sebelum naik bahwa dia tidak memiliki gejala terinfeksi COVID-19.
“Saya menghabiskan sisa penerbangan dengan keringat saya sendiri dan air seni orang itu,” tulis Aldapa.
Sekarang sebagian besar dari Anda tahu bahwa saya berada di penerbangan @united yang telah menjadi berita. Saya membuat keputusan untuk mencoba menyelamatkan nyawa penumpang dan bersama dengan dua orang lainnya melakukan CPR selama hampir satu jam sampai kami mendarat. Dan terus membantu petugas pemadam kebakaran saat mereka naik," lanjut Alldapa di Twitter.
Mengutip laporan CBS Los Angeles,Senin (21/12/2020), dia dan penumpang lainnya pada dasarnya bekerja sama melakukan kompresi dada pada pria yang mulai gemetar sebelum kehilangan kesadaran dalam penerbangan.
Alih-alih siapa pun di pesawat memberikan napas bantuan mulut ke mulut, kantong oksigen yang dapat dikompres dipasang pada masker untuk mencoba membantu yang sekarat itu bernapas lagi.
Sementara itu, cuplikan video yang diambil dari dalam penerbangan yang penuh sesak menunjukkan penumpang panik saat drama itu berlangsung. (Baca juga: Kapal Induk China Mendekat, Taiwan Kerahkan 6 Kapal Perang dan 8 Pesawat )
Aldapa mengatakan dia berbicara dengan istri penumpang yang sekarat, yang mengakui bahwa suaminya dijadwalkan untuk menjalani tes COVID-19 di Los Angeles setelah kehilangan kemampuan perasa dan penciuman bau, meskipun pria itu dilaporkan memberi tahu maskapai sebelum naik bahwa dia tidak memiliki gejala terinfeksi COVID-19.
“Saya menghabiskan sisa penerbangan dengan keringat saya sendiri dan air seni orang itu,” tulis Aldapa.
Sekarang sebagian besar dari Anda tahu bahwa saya berada di penerbangan @united yang telah menjadi berita. Saya membuat keputusan untuk mencoba menyelamatkan nyawa penumpang dan bersama dengan dua orang lainnya melakukan CPR selama hampir satu jam sampai kami mendarat. Dan terus membantu petugas pemadam kebakaran saat mereka naik," lanjut Alldapa di Twitter.
Lihat Juga :