AS Akan Tutup 2 Konsulat Terakhir di Rusia
Sabtu, 19 Desember 2020 - 15:21 WIB
loading...
AS akan menutup dua konsulat terakhir di Rusia yaitu di Valdivostok dan Yekaterinburg. Foto/granthshala.com
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump telah memberi tahu Kongres bahwa mereka bermaksud untuk menutup dua konsulat Amerika Serikat (AS) yang tersisa di Rusia .
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan kepada anggota parlemen pekan lalu bahwa mereka akan secara permanen menutup konsulat di Vladivostok, Rusia timur jauh dan untuk sementara waktu menghentikan operasional konsulat di Yekaterinburg, sebelah timur Pegunungan Ural.
Pemberitahuan tersebut dikirim ke Kongres pada 10 Desember tetapi hanya mendapat sedikit perhatian pada saat itu. Pemberitahuan itu tiga hari lebih cepat dari munculnya berita ke publik tentang dugaan peretasan komputer pemerintah dan swasta AS oleh Rusia yang telah menimbulkan ketakutan besar terhadap keamanan siber.(Baca juga: Hacker Rusia Serang Amerika Serikat, Microsoft Ikut jadi Korban )
Pemberitahuan Deplu AS kepada Kongres mengatakan penutupan itu karena pembatasan yang ditempatkan oleh otoritas Rusia pada tahun 2017 pada jumlah diplomat AS yang diizinkan bekerja di negara itu.
"Langkah itu sebagai tanggapan atas tantangan kepegawaian yang sedang berlangsung dari Misi AS di Rusia setelah pembatasan personel yang diberlakukan Rusia pada Misi AS tahun 2017 dan mengakibatkan kebuntuan dengan Rusia atas visa diplomatik," jelas Deplu AS dalam pemberitahuannya seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (19/12/2020).
Setelah penutupan, satu-satunya fasilitas diplomatik yang akan dimiliki AS di Rusia adalah kedutaan besar di Moskow. Rusia memerintahkan penutupan konsulat AS di St.Petersburg pada 2018 setelah AS memerintahkan konsulat Rusia di Seattle ditutup sebagai tindakan balas dendam atas peracunan seorang mantan mata-mata Rusia di Inggris.(Baca juga: Soal Peracunan Navalny, AS: Rusia Harus Bertanggung Jawab! )
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan kepada anggota parlemen pekan lalu bahwa mereka akan secara permanen menutup konsulat di Vladivostok, Rusia timur jauh dan untuk sementara waktu menghentikan operasional konsulat di Yekaterinburg, sebelah timur Pegunungan Ural.
Pemberitahuan tersebut dikirim ke Kongres pada 10 Desember tetapi hanya mendapat sedikit perhatian pada saat itu. Pemberitahuan itu tiga hari lebih cepat dari munculnya berita ke publik tentang dugaan peretasan komputer pemerintah dan swasta AS oleh Rusia yang telah menimbulkan ketakutan besar terhadap keamanan siber.(Baca juga: Hacker Rusia Serang Amerika Serikat, Microsoft Ikut jadi Korban )
Pemberitahuan Deplu AS kepada Kongres mengatakan penutupan itu karena pembatasan yang ditempatkan oleh otoritas Rusia pada tahun 2017 pada jumlah diplomat AS yang diizinkan bekerja di negara itu.
"Langkah itu sebagai tanggapan atas tantangan kepegawaian yang sedang berlangsung dari Misi AS di Rusia setelah pembatasan personel yang diberlakukan Rusia pada Misi AS tahun 2017 dan mengakibatkan kebuntuan dengan Rusia atas visa diplomatik," jelas Deplu AS dalam pemberitahuannya seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (19/12/2020).
Setelah penutupan, satu-satunya fasilitas diplomatik yang akan dimiliki AS di Rusia adalah kedutaan besar di Moskow. Rusia memerintahkan penutupan konsulat AS di St.Petersburg pada 2018 setelah AS memerintahkan konsulat Rusia di Seattle ditutup sebagai tindakan balas dendam atas peracunan seorang mantan mata-mata Rusia di Inggris.(Baca juga: Soal Peracunan Navalny, AS: Rusia Harus Bertanggung Jawab! )
Lihat Juga :