Rouhani PeDe Biden Bakal Kembalikan AS ke JCPOA dan Cabut Sanksi Iran
Jum'at, 18 Desember 2020 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Khamenei telah mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa Iran perlu bekerja untuk meniadakan sanksi.
"Jika sanksi dapat dicabut dengan cara yang benar, bijaksana, Iran-Islam dan bermartabat, ini harus dilakukan," ucap Rouhani.
Pernyataan senada antara Rouhani dan Khamenei adalah sebuah peristiwa langka di antara dua pejabat Iran itu. Sebelumnya keduanya kerap berselisih tentang cara terbaik menangani masalah tertentu.
Pada Mei 2019, Khamenei mengkritik Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif atas kesepakatan yang diselesaikan untuk kesepakatan 2015. Khamenei mengatakan kepada mahasiswa dalam sebuah acara bahwa ia telah memperingatkan pasangan itu beberapa kali tentang kekhawatirannya. Komentar itu memperjelas komentar yang dia buat pada Agustus 2018, ketika Khamenei mengatakan bahwa negosiator Iran telah melewati garis merah.
Di bawah pemerintahan Donald Trump, AS menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atau perjanjian nuklir 2015. Trump beralasan bahwa Iran telah melanggar ketentuannya dan kesepakatan itu tidak menguntungkan.
Didukung oleh beberapa sekutunya dari Partai Republik, Trump pada Mei 2018 mengumumkan bahwa ia akan menarik AS dari kesepakatan nuklir yang telah disepakati oleh Iran dan enam kekuatan global lainnya - China, Uni Eropa, Jerman, Prancis, Rusia dan Inggris. Langkah tersebut secara efektif memulai proses penerapan kembali serangkaian sanksi terhadap penjualan minyak Iran, transaksi keuangan, dan impor konstruksi sebagai bagian dari apa yang disebut strategi "tekanan maksimum" Trump.
"Jika sanksi dapat dicabut dengan cara yang benar, bijaksana, Iran-Islam dan bermartabat, ini harus dilakukan," ucap Rouhani.
Pernyataan senada antara Rouhani dan Khamenei adalah sebuah peristiwa langka di antara dua pejabat Iran itu. Sebelumnya keduanya kerap berselisih tentang cara terbaik menangani masalah tertentu.
Pada Mei 2019, Khamenei mengkritik Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif atas kesepakatan yang diselesaikan untuk kesepakatan 2015. Khamenei mengatakan kepada mahasiswa dalam sebuah acara bahwa ia telah memperingatkan pasangan itu beberapa kali tentang kekhawatirannya. Komentar itu memperjelas komentar yang dia buat pada Agustus 2018, ketika Khamenei mengatakan bahwa negosiator Iran telah melewati garis merah.
Di bawah pemerintahan Donald Trump, AS menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atau perjanjian nuklir 2015. Trump beralasan bahwa Iran telah melanggar ketentuannya dan kesepakatan itu tidak menguntungkan.
Didukung oleh beberapa sekutunya dari Partai Republik, Trump pada Mei 2018 mengumumkan bahwa ia akan menarik AS dari kesepakatan nuklir yang telah disepakati oleh Iran dan enam kekuatan global lainnya - China, Uni Eropa, Jerman, Prancis, Rusia dan Inggris. Langkah tersebut secara efektif memulai proses penerapan kembali serangkaian sanksi terhadap penjualan minyak Iran, transaksi keuangan, dan impor konstruksi sebagai bagian dari apa yang disebut strategi "tekanan maksimum" Trump.
Lihat Juga :