China Bantah Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir

Kamis, 16 April 2020 - 19:24 WIB
loading...
China Bantah Diam-diam...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menegaskan, China berkomitmen pada moratorium uji coba nuklir. Foto/Reuters
A A A
BEIJING - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menegaskan, China berkomitmen pada moratorium uji coba nuklir. Dia lalu mengatakan, Amerika Serikat (AS) membuat tuduhan palsu.

Kementerian Luar Negeri AS curiga bahwa China diam-diam melakukan uji coba senjata nuklir dengan daya ledak sangat rendah. Menurut kementerian tersebut, jika dugaan tersebut benar, maka Beijing berpotensi melanggar perjanjian internasional yang melarang uji coba senjata semacam itu.

"China selalu mengadopsi sikap bertanggung jawab, dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajiban dan janji internasionalnya. Kritik terhadap China sepenuhnya tidak berdasar, tanpa dasar, dan tidak layak untuk disangkal," ucap Zhao, seperti dilansir Reuters pada Kamis (16/4/2020).

Sebelumnya, sebuah laporan terbaru Kementerian Luar Negeri AS, tentang kepatuhan terhadap kontrol senjata, nonproliferasi, dan pelucutan senjata, yang pertama kali diperoleh oleh Wall Street Journal pada Rabu pagi, menemukan bahwa China kemungkinan melanggar hukum internasional dengan melakukan tes senjata nuklir di wilayah barat laut negara itu yang menghasilkan daya ledak rendah.

Laporan kementerian itu tidak membuktikan kesalahan apa pun dari pihak China, tetapi masih mengibarkan "bendera merah". Tidak disebutkan secara rinci tanggal dugaan uji coba senjata nuklir tersebut.

"Beberapa masalah kepatuhan dikemukakan dan beberapa temuan pelanggaran dibuat," bunyi laporan tersebut.

Para pejabat Kementerian Luar Negeri AS menulis bahwa China telah mempertahankan "aktivitas tingkat tinggi" di situs Lop Nur pada 2019, dan bisa berusaha untuk mengoperasikannya sepanjang tahun ke depan. Juga disebutkan penggunaan ruang penahanan bahan peledak di China, evakuasi ekstensif di lokasi itu dan kurangnya transparansi dalam uji coba nuklir sebagai alasan untuk meningkatkan kecurigaan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Sukses Digelar, DChamp...
Sukses Digelar, D'Champ Charity Golf Tournament 2026 Salurkan Donasi untuk Atlet Muda dan Pesantren
Guru Besar Ilmu Hukum...
Guru Besar Ilmu Hukum Tolak Ide Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal
Siswa Indonesia Sabet...
Siswa Indonesia Sabet 4 Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026
Berita Terkini
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved