Pemerintah RI Tegaskan Tak Berniat Normalisasi Hubungan dengan Israel
Rabu, 16 Desember 2020 - 14:19 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia tidak berniat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.Foto/Kemlu RI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia , Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia tidak berniat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Ini adalah respon atas pemberitaan media-media Israel.
"Mencermati sejumlah pemberitaan baru-baru ini yang mengatakan bahwa Indonesia akan segera menormalisasi hubungan dengan Israel, sebagai tindak lanjut arahan presiden kepada Menteri Luar Negeri, saya ingin menyampaikan dua hal yaitu, pertama, hingga saat ini tidak terdapat niatan Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel," ucap Retno.
"Kedua, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan two state solution dan parameter internasional lain yang telah disepakati secara konsisten akan tetap dijalankan," sambungnya, saat melakukan konferensi pers virtual pada Rabu (16/12/2020).
Sebelumnya diwartakan, media Israel mengklaim Indonesia sangat ingin melakukan normalisasi hubungan dengan Israel seperti beberapa negara Arab. Laporan ini muncul setelah Kerajaan Maroko melakukan normalisasi hubungan dengan negara Yahudi tersebut.
Laporan dari Channel 12 dan Channel 13 yang dikutip Times of Israel pada 11 Desember 2020 awalnya memberitakan dugaan peran Arab Saudi dalam perjanjian normalisasi antara Maroko dan Israel yang ditengahi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.( Baca juga: Media Israel: Indonesia Sangat Ingin Normalisasi Hubungan dengan Israel )
Laporan itu tidak merinci detail keterlibatan Saudi dalam kesepakatan normalisasi yang diumumkan Kamis pekan lalu. Riyadh sendiri belum secara resmi bereaksi terhadap kesepakatan tersebut.
Namun, Arab Saudi memainkan peran sentral di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, terutama di antara negara-negara Muslim Sunni, yang membuat banyak analis berspekulasi bahwa tidak ada kesepakatan normalisasi baru-baru ini yang akan diizinkan tanpa lampu hijau dari Arab Saudi.
Sementara itu, sebuah laporan di Channel 13 TV mengatakan bahwa Arab Saudi bekerja sama dengan pemerintahan Trump untuk membuat beberapa negara lain menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel, mungkin sebelum pemerintahan Biden mengambil alih bulan depan.
Laporan tanpa sumber itu mengatakan bahwa Mohammad bin Salman mengikuti masalah ini dengan cermat dalam upaya untuk mempersiapkan landasan bagi kesepakatan Israel-Saudi. Laporan tersebut berspekulasi bahwa Oman, yang memuji kesepakatan Israel-Maroko, akan menjadi yang berikutnya.
Dikatakan juga bahwa Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sangat ingin memiliki hubungan publik dengan Israel.( Baca juga: PM Tunisia: Tidak Ada Agenda Bangun Hubungan dengan Israel)
"Mencermati sejumlah pemberitaan baru-baru ini yang mengatakan bahwa Indonesia akan segera menormalisasi hubungan dengan Israel, sebagai tindak lanjut arahan presiden kepada Menteri Luar Negeri, saya ingin menyampaikan dua hal yaitu, pertama, hingga saat ini tidak terdapat niatan Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel," ucap Retno.
"Kedua, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan two state solution dan parameter internasional lain yang telah disepakati secara konsisten akan tetap dijalankan," sambungnya, saat melakukan konferensi pers virtual pada Rabu (16/12/2020).
Sebelumnya diwartakan, media Israel mengklaim Indonesia sangat ingin melakukan normalisasi hubungan dengan Israel seperti beberapa negara Arab. Laporan ini muncul setelah Kerajaan Maroko melakukan normalisasi hubungan dengan negara Yahudi tersebut.
Laporan dari Channel 12 dan Channel 13 yang dikutip Times of Israel pada 11 Desember 2020 awalnya memberitakan dugaan peran Arab Saudi dalam perjanjian normalisasi antara Maroko dan Israel yang ditengahi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.( Baca juga: Media Israel: Indonesia Sangat Ingin Normalisasi Hubungan dengan Israel )
Laporan itu tidak merinci detail keterlibatan Saudi dalam kesepakatan normalisasi yang diumumkan Kamis pekan lalu. Riyadh sendiri belum secara resmi bereaksi terhadap kesepakatan tersebut.
Namun, Arab Saudi memainkan peran sentral di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, terutama di antara negara-negara Muslim Sunni, yang membuat banyak analis berspekulasi bahwa tidak ada kesepakatan normalisasi baru-baru ini yang akan diizinkan tanpa lampu hijau dari Arab Saudi.
Sementara itu, sebuah laporan di Channel 13 TV mengatakan bahwa Arab Saudi bekerja sama dengan pemerintahan Trump untuk membuat beberapa negara lain menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel, mungkin sebelum pemerintahan Biden mengambil alih bulan depan.
Laporan tanpa sumber itu mengatakan bahwa Mohammad bin Salman mengikuti masalah ini dengan cermat dalam upaya untuk mempersiapkan landasan bagi kesepakatan Israel-Saudi. Laporan tersebut berspekulasi bahwa Oman, yang memuji kesepakatan Israel-Maroko, akan menjadi yang berikutnya.
Dikatakan juga bahwa Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sangat ingin memiliki hubungan publik dengan Israel.( Baca juga: PM Tunisia: Tidak Ada Agenda Bangun Hubungan dengan Israel)
(esn)
Lihat Juga :