Taiwan Luncurkan Kapal Perang Canggih, Merasa Mampu Pasok Senjata ke Barat

Selasa, 15 Desember 2020 - 15:04 WIB
loading...
Taiwan Luncurkan Kapal...
Korvet kelas Tuo Chiang terlihat saat upacara peresmian di Yilan, Taiwan, 15 Desember 2020. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Presiden Tsai Ing-wen merasa Taiwan mampu menjadi pemasok senjata untuk negara-negara demokrasi Barat. Hal itu disampaikan saat ia meluncurkan kapal perang canggih bermuatan rudal, Selasa (15/12/2020).

Pemimpin perempuan yang dibenci China ini kemampuan desain Taipei yang meningkat.

Tsai telah menjadikan peningkatan pertahanan Taiwan—pulau yang diklaim China sebagai miliknya—prioritas dalam menghadapi tantangan militer yang berkembang dari Beijing. (Baca: Operator Tank Tempur Israel Tak Sengaja Tembakkan Peluru ke Gaza )

Ketika Angkatan Udara Taiwan mendapat keuntungan dari barang-barang mahal seperti jet tempur F-16 baru dan yang di-upgrade, Angkatan Laut adalah fokus Tsai berikutnya, dengan kapal selam dalam produksi dan peluncuran armada korvet siluman pertama yang sangat bermanuver.

Korvet kelas Tuo Chiang yang baru, sebuah prototipe yang sudah beroperasi, telah dijuluki oleh Angkatan Laut Taiwan sebagai "pembunuh kapal induk" karena dilengkapi dengan rudal anti-kapal. Korvet ini juga dapat membawa rudal anti-pesawat Sky Sword.

Berbicara di kota pelabuhan timur Suao untuk peluncuran Ta Chiang, kapal perang produksi massal pertama dari kelas Tuo Chiang, Presiden Tsai mengatakan kapal dan lapisan minelayer baru akan mencegah serangan dan memamerkan kemampuan penelitian dan pengembangan Taiwan.

"Kami memiliki tekad dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas membangun kapal kami sendiri, membiarkan dunia melihat energi penelitian dan pengembangan pertahanan kami," kata Tsai, seperti dikutip Reuters. (Baca juga: Latihan Rudal Rusia Picu Kebingungan di Pangkalan Militer AS di Jerman )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Momen Horor Mahasiswi...
Momen Horor Mahasiswi Tewas Main Rope Jump, Tali Belum Terpasang Terjun 40 Meter
Rekomendasi
Belgia vs Mesir Imbang...
Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026, Mo Salah Moncer
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved