Antrean Panjang Terlihat di Bank Makanan Milan Saat Krisis Memburuk
Selasa, 15 Desember 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Banyak orang yang baru saja terpaksa meminta bantuan di kota yang dianggap sebagai motor ekonomi Italia.
“Ada begitu banyak orang seperti saya yang jadi orang miskin baru,” papar Alberto, 66, yang tidak mau memberikan nama belakangnya.
Dengan berakhirnya pameran perdagangan yang memberikan kontribusi besar pada ekonomi pra-krisis di Milan, dia telah kehilangan pekerjaan dan datang ke pusat bantuan selama lima bulan terakhir.
“Saya masih harus membayar sewa, saya harus membeli makanan dan meskipun pasangan saya bekerja, itu tidak cukup,” ujar dia.
Seperti pusat-pusat bantuan yang dijalankan kelompok amal lainnya, Pane Quotidiano buka 7 hari sepekan dari jam 9 pagi sampai 11 malam. Pane menangani rata-rata 800 orang setiap hari.
“Ada begitu banyak orang seperti saya yang jadi orang miskin baru,” papar Alberto, 66, yang tidak mau memberikan nama belakangnya.
Dengan berakhirnya pameran perdagangan yang memberikan kontribusi besar pada ekonomi pra-krisis di Milan, dia telah kehilangan pekerjaan dan datang ke pusat bantuan selama lima bulan terakhir.
“Saya masih harus membayar sewa, saya harus membeli makanan dan meskipun pasangan saya bekerja, itu tidak cukup,” ujar dia.
Seperti pusat-pusat bantuan yang dijalankan kelompok amal lainnya, Pane Quotidiano buka 7 hari sepekan dari jam 9 pagi sampai 11 malam. Pane menangani rata-rata 800 orang setiap hari.
Lihat Juga :