Pengembang Klaim Vaksin Sputnik V Rusia Beri Perlindungan hingga 2 Tahun

Senin, 14 Desember 2020 - 18:00 WIB
loading...
Pengembang Klaim Vaksin...
Pengembang mengatakan vaksin Sputnik V Rusia kemungkinan menawarkan perlindungan selama dua tahun terhadap virus Corona. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Vaksin Sputnik V Rusia kemungkinan menawarkan perlindungan selama dua tahun terhadap virus Corona. Klaim itu diungkapkan Alexander Gintsburg, kepala pengembang vaksin Rusia , Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya.

"Sejauh ini, saya hanya bisa memberikan saran, karena dibutuhkan lebih banyak data eksperimental. Vaksin kami dibuat di platform yang juga digunakan untuk vaksin Ebola," ucap Gintsburg.( Baca juga: Euforia Vaksin, Jangan Lupakan Prokes )

"Data eksperimen yang diterima pada saat itu menunjukkan bahwa vaksin serupa akan menawarkan perlindungan selama dua tahun, mungkin lebih banyak," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (14/12/2020).

Pengembang Klaim Vaksin Sputnik V Rusia Beri Perlindungan hingga 2 Tahun


Dia menuturkan, Sputnik V efektif dalam 96% kasus. Empat persen sisanya dari orang yang divaksinasi, jelasnya, akan menderita penyakit ringan dengan pilek, batuk, dan demam ringan, tetapi paru-paru tidak akan terpengaruh.

Gintsburg lalu mengatakan bahwa kritik terhadap vaksin Sputnik V Rusia adalah bentuk persaingan pasar yang tidak sehat dan sarat dengabn motif politik.( Baca juga: Harapan Vaksin Bikin Harga Minyak Dunia Melonjak, Brent di Atas USD50/Barel )

"Alasan pertama adalah bahwa pasar untuk vaksin ini berjumlah puluhan, mungkin ratusan miliar dolar. Korporasi dan orang-orang, yang berada di balik semua uang ini, berjuang untuk mendapatkan keuntungan, dan tidak ada penangguhan yang dilarang di sini," katanya.

"Alasan lainnya adalah motif politik. Seperti yang bisa kita saksikan belum lama ini, sekelompok peneliti vaksin hampir memainkan peran penting selama pemilihan umum di satu negara di benua Amerika. Secara keseluruhan, mereka mengumumkan bahwa mereka telah membuat vaksin tiga atau lima hari setelah pemilu usai. Sebelum itu vaksinnya belum siap," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved