Rusia: Sanksi AS Terhadap Pemimpin Chechnya Terlalu Dibuat-buat

Minggu, 13 Desember 2020 - 10:32 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya diwartakan, pada pertengahan pekan lalu, AS memasukkan sejumlah individu dari Rusia , Yaman dan Haiti ke dalam daftar hitam tersangka pelanggar HAM . Kadyrov, termasuk dalam daftar individu tersebut bersama lima orang yang terkait dengan badan-badan keamanan dan intelijen Yaman yang dikendalikan Houthi.

Sebagian besar individu masuk dalam daftar hitam di bawah Perintah Eksekutif 13818, yang menerapkan Undang-Undang Akuntabilitas Hak Asasi Manusia Magnitsky Global AS, membekukan aset apa pun di bawah yurisdiksi AS dan mengancam aktor non-AS dengan daftar hitam karena berurusan dengan mereka.

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa selain Kadyrov, kepala wilayah Chechnya yang mayoritas Muslim di Rusia, telah memberi sanksi kepada enam perusahaan yang terdaftar di Rusia, serta lima individu, yang semuanya memiliki hubungan dekat dengannya.( Baca juga: Aevum Membuat Drone Pembawa Satelit Pertama di Dunia )

Departemen Keuangan AS mengidentifikasi enam perusahaan tersebut sebagai Absolute Championship Akhmat, Akhmat MMA, FC Akhmat Grozny, Yayasan Akhmat Kadyrov, Megastroyinvest dan Chechen Mineral Waters Ltd. Mereka menyebut kelima individu tersebut sebagai Vakhit Usmayev, wakil perdana menteri Chechnya, serta Timur Dugazaev , Ziyad Sabsabi, Daniil Vasilievich Martynov, dan Satish Seemar.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Rekomendasi
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved