Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki

Jum'at, 11 Desember 2020 - 23:01 WIB
loading...
A A A
Dia mungkin perlu memilih dari daftar 12 opsi CAATSA mulai dari yang ringan hingga yang keras.

“Bahkan sanksi ringan AS akan semakin mengacaukan hubungan AS-Turki yang telah berada dalam krisis yang dalam untuk beberapa waktu karena berbagai masalah lainnya,” papar Galip Dalay, analis di Robert Bosch Academy.

"Di dalam negeri (Turki), hal itu akan meningkatkan anti-Amerikanisme dan tidak mungkin mengubah kebijakan Turki," ujar Dalay.

Erdogan mengatakan dia tidak memiliki masalah selama empat tahun Trump menjabat dan Biden juga mengenalnya dengan baik.

Seorang trader mengatakan langkah AS dan UE negatif tetapi tidak akan secara langsung merugikan ekonomi Turki dalam jangka pendek dan hanya memiliki dampak pasar yang terbatas.

Perekonomian Turki telah merosot tajam dua kali dalam beberapa tahun terakhir. Lira rebound dari rekor terendah bulan lalu setelah Erdogan mengganti para pembuat kebijakan ekonomi teratas dan menjanjikan era baru ramah pasar.

Timothy Ash dari Blue Bay Asset Management mengatakan Trump diharapkan memilih sanksi yang lebih ringan dan memberi jalan kelua" bagi Biden untuk mengatur ulang hubungan. “Tentunya hanya bisa lebih baik dari sini,” ujar dia.

Di Brussel, para pemimpin Uni Eropa menyetujui pernyataan yang membuka jalan untuk menghukum para individu yang dituduh merencanakan atau mengambil bagian dalam eksplorasi di Siprus. Turki menyebut langkah UE itu bias dan ilegal.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
Trump Blak-blakan kepada...
Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!
Rekomendasi
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved