Jepang Beli 10.500 Freezer untuk Vaksin Virus Corona

loading...
Jepang Beli 10.500 Freezer untuk Vaksin Virus Corona
Freezer super dingin diperlukan untuk menyimpan vaksin Covid-19. Foto/businessmirror/ap
TOKYO - Jepang akan membeli 10.500 deep freezer untuk menyimpan vaksin virus corona. Jepang juga sedang mempertimbangkan membeli es kering dalam jumlah besar untuk melindungi populasinya dari virus tersebut.

Langkah tersebut diumumkan Kementerian Kesehatan Jepang pada Kamis (10/12).

Jepang memiliki perjanjian untuk membeli total 290 juta dosis vaksin dari Pfizer Inc, AstraZeneca Plc dan Moderna Inc, atau cukup untuk 145 juta orang jika setiap orang mendapat dua suntikan sesuai kebutuhan.

Vaksin Pfizer perlu disimpan pada suhu sekitar minus 75 derajat Celcius dan Moderna pada suhu sekitar minus 20 derajat Celsius. Hal itu jelas menimbulkan masalah logistik untuk distribusi dan penyimpanan. (Baca Juga: Diborong Negara Kaya, 10 Negara Miskin Tidak Dapat Vaksin Tahun Depan)

“Pfizer, serta Moderna dan mitra domestiknya Takeda Pharmaceutical, berencana membangun jaringan untuk menjaga vaksin pada suhu yang sesuai saat mereka didistribusikan,” ungkap pernyataan kementerian itu, dilansir Reuters. (Lihat Infografis: Pandemi Belum Reda, Tetap Prioritaskan Kepentingan Anak)

Jepang telah memiliki lebih dari 165.000 kasus infeksi virus corona baru dan 2.417 kematian, dengan ibu kotanya, Tokyo, yang paling terpukul oleh pandemi. Tokyo melaporkan 352 kasus baru pada Selasa. (Lihat Video: HRS Beri Pernyataan tentang Detik-Detik Penembakan Laskar FPI)



Berbagai negara di dunia saat ini terus berebut mengamankan stok vaksin virus corona untuk rakyatnya masing-masing.



Negara-negara paling miskin dikhawatirkan tak akan mendapatkan vaksin itu karena hampir seluruh vaksin telah diborong oleh negara-negara kaya.

Sembilan dari 10 orang di negara miskin tidak akan mendapatkan vaksin pada tahun depan. Itu karena negara kaya akan memborong banyak vaksin sesuai dengan kebutuhan mereka.



Negara kaya yang memiliki 14% dari populasi global justru memborong 53% dari total vaksin yang menjanjikan pada bulan lalu.

Hal itu diungkapkan People's Vaccine Alliance, koalisi yang terdiri dari Oxfam, Amnesty International dan Global Justice Now. Mereka pun menuntut keadilan sosial bagi seluruh masyarakat dunia baik kaya dan miskin.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top