PBB: Rudal Anti-Tank di Libya Mirip Rudal Dehlavieh Iran

Kamis, 10 Desember 2020 - 01:00 WIB
loading...
PBB: Rudal Anti-Tank...
Rudal Dehlavieh buatan Iran memiliki kesamaan dengan rudal anti-tank yang digunakan dalam pertempuran di Libya. Foto/DefaPress.ir
A A A
NEW YORK CITY - Analisis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap foto empat rudal anti-tank di Libya menemukan bahwa salah satunya memiliki karakteristik yang konsisten dengan rudal Dehlavieh yang diproduksi Iran .

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam laporannya kepada Dewan Keamanan (DK) PBB. (Baca: Presiden Mesir dan Macron Berselisih soal Kartun Nabi Muhammad )

Namun, kata Gutteres dalam laporan dua tahunannya yang diserahkan ke DK PBB Senin malam, Sekretariat PBB tidak dapat memastikan apakah rudal anti-tank ini telah dipindahkan ke Libya, yang berarti melanggar sanksi DK PBB terhadap Iran.

DK PBB yang beranggotakan 15 orang melarang ekspor senjata oleh Iran pada tahun 2007. Berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan negara-negara kekuatan global, yang diabadikan dalam resolusi DK PBB, pembatasan senjata dicabut pada Oktober tahun ini.

Israel menuduh Iran melanggar sanksi dan mengirimkan foto rudal anti-tank di Libya ke Guterres pada Mei lalu. Hanya beberapa minggu kemudian, Iran menulis surat kepada Guterres dan dengan tegas menolak klaim Israel sebagai tuduhan yang sama sekali tidak berdasar. (Baca juga: Bendera Israel dan Spanduk "Terima Kasih Mossad" Berkibar di Teheran )

Israel mengatakan foto-foto itu muncul pada November 2019 dan bahwa senjata itu digunakan oleh milisi yang terkait dengan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar. LNA bermusuhan dengan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

"Berdasarkan analisis Sekretariat dari foto-foto yang disediakan, Sekretariat menetapkan bahwa salah satu dari empat peluru kendali anti-tank memiliki karakteristik yang konsisten dengan Dehlavieh yang diproduksi Iran, meskipun tidak ada tanggal produksi untuk peluru kendali anti-tank ini yang terlihat," kata Guterres dalam laporannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Terungkap! AS Tak Bantu...
Terungkap! AS Tak Bantu Israel Tangkis Serangan Rudal Iran
Rekomendasi
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved