Bawa 250 Penumpang ke New York, Pesawat Aeroflot Diancam Bom

Senin, 07 Desember 2020 - 09:01 WIB
loading...
Bawa 250 Penumpang ke...
Pesawat Boeing 777-300ER yang dioperasikan maskapai Aeroflot. Foto/Aeroflot
A A A
NEW YORK CITY - Pesawat Aeroflot yang terbang dari Moskow, Rusia menuju New York, Amerika Serikat (AS) mendapat ancaman bom. Meski demikian, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York sekitar pukul 15.45 pada hari Minggu waktu setempat.

Port Authority Police (Polisi Otoritas Bandar) melaporkan bahwa para petugas sedang menyelidiki ancaman bom tersebut. (Baca: IRGC: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh Senjata Canggih yang Dikontrol Satelit )

Fox News, mengutip pihak polisi tersebut, melaporkan bahwa sekitar 250 penumpang di dalam pesawat telah dievakuasi karena ada ancaman bom.

Bandara JFK mengonfirmasi bahwa personel darurat telah mengerjakan apa yang disebutnya sebagai "insiden yang sedang berlangsung", tetapi memastikan bahwa fasilitas tersebut terus beroperasi tanpa penundaan.

"Karena insiden yang sedang berlangsung, personel dan aktivitas darurat dapat terlihat di bandara #JFK. Harap dicatat bahwa bandara terbuka penuh dan penerbangan beroperasi tanpa penundaan," kata pihak bandara melalui akun Twitter-nya, @JFKairport, Senin (7/12/2020). (Baca juga: Dituduh Kudeta Erdogan, Pilot F-16 Turki Dihukum Penjara 648 Tahun )

Menurut informasi dari Flightradar24, penerbangan yang mendapat ancaman bom itu diduga Aeroflot SU102, sebuah pesawat Boeing 777-300ER yang berangkat dari Moskow pada hari Minggu.

Polisi dilaporkan menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Trump Peringatkan Eropa...
Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Prilly Latuconsina Rela...
Prilly Latuconsina Rela Gelapkan Kulit dan Belajar Bahasa Arab demi Film Baru Baim Wong
Berita Terkini
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Infografis
Pertama Kalinya, Ukraina...
Pertama Kalinya, Ukraina Gunakan Bom JDAM-ER ke Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved