Prancis: Polandia dan Hungaria Kemungkinan Dikeluarkan dari Dana Pemulihan Covid-19 UE

Minggu, 06 Desember 2020 - 21:08 WIB
loading...
Prancis: Polandia dan...
Menteri Urusan Eropa Prancis, Clement Beaune mengatakan, Polandia dan Hungaria dapat ditolak aksesnya ke dana pemulihan pandemi Covid-19 Uni Eropa (UE). Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Menteri Urusan Eropa Prancis , Clement Beaune mengatakan, Polandia dan Hungaria dapat ditolak aksesnya ke dana pemulihan pandemi Covid-19 Uni Eropa (UE) . Hungaria dan Polandia dapat dimasukan dalam program itu jika mereka melepaskan sikap keras mereka terhadap apa yang disebut mekanisme aturan hukum.

"Jika Hungaria dan Polandia masih menolak untuk mengkonfirmasi keadaan saat ini, akan perlu untuk menemukan solusi yang lebih radikal, yang berarti bahwa rencana pemulihan untuk Eropa akan mencakup 25 (anggota UE)," ucap Beaune.

"Secara hukum, ini rumit tetapi mungkin. Sikap kami jelas, kami tidak akan mengorbankan baik (paket) pemulihan, maupun supremasi hukum," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (6/12/2020).

Para pemimpin negara anggota UE mencapai kesepakatan untuk menciptakan dana pemulihan Covid-19 senilai USD 909 miliar, bernama NextGenerationEU, pada bulan Juli. ( Baca juga: Parlemen Prancis dan UE Dorong Sanksi untuk Turki Bulan Depan )

Namun, kontroversi muncul ketika UE berupaya untuk membuat akses ke dana tersebut bergantung pada pengamatan nilai-nilai Eropa yang diterapkan sebuah negara, seperti norma demokrasi dan penghormatan terhadap supremasi hukum.

Pada pertemuan Komite Perwakilan Tetap (Coreper II) pada 16 November, Polandia dan Hungaria menolak memberikan persetujuan mereka untuk dana pemulihan yang bertentangan dengan mekanisme negara hukum, menguraikan keyakinan mereka bahwa hal itu dapat menghasilkan standar ganda yang diterapkan pada perbedaan anggota UE.

Mereka juga menolak untuk menyetujui anggaran 1,074 triliun euro yang diusulkan blok itu, yang diharapkan berjalan dari 2021 hingga 2027, mengganggu rencana UE untuk mengadopsinya sebelum akhir tahun. ( Baca juga: Presiden Prancis Sangat Kaget Soal Polisi Pukuli Pria Kulit Hitam )

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen telah mendesak Polandia dan Hungaria untuk membawa sengketa mereka ke pengadilan, daripada menunda upaya untuk menyetujui anggaran dan dana pemulihan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved