Dituduh Ingin Mengudeta MBS, Eks Putra Mahkota Arab Saudi Dalam Bahaya
Sabtu, 05 Desember 2020 - 10:46 WIB
loading...
Mantan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Nayef. Foto/Mantan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef. Foto/REUTERS/Ahmed Jadallah
A
A
A
RIYADH - Nasib mantan putra mahkota Arab Saudi Mohammad bin Nayef (MBN) yang saat ini ditahan berada dalam bahaya setelah dia diserang di media sosial dengan dituduh ingin mengudeta Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS) . Kekhawatiran akan nasib MBN itu disuarakan para pengacaranya.
Menurut tim pengacaranya, ada troll online yang mencoba menggambarkan klien mereka sebagai bagian dari plot untuk mengguncang Arab Saudi. (Baca: Eks Putra Mahkota Saudi yang Ditahan Alami Serangan Jantung? )
Tim pengacara tersebut pada hari Jumat (4/12/2020) mengatakan kepada The Guardian bahwa mereka telah menulis surat ke YouTube untuk meminta platform tersebut menghapus video yang berisi tuduhan bahwa MBN telah terlibat dalam rencana untuk menggulingkan Pangeran MBS.
Video tersebut mengklaim bahwa MBN—yang telah ditahan sejak Maret 2020—sebenarnya buron, dan menyiratkan bahwa dia bersekongkol dengan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk melemahkan pemerintah Arab Saudi.
"Klien kami memiliki akses terbatas ke keluarga atau pengacaranya dan telah dicegah untuk menemui dokter pribadi yang telah bertanggung jawab atas perawatannya selama bertahun-tahun," kata tim pengacara MBN.(Baca juga: China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli )
“Komunikasi yang dinikmati klien kami tidak diragukan lagi dipantau. Baik klien dan keluarga klien kami mengkhawatirkan keselamatannya, dan tidak diketahui apakah nyawa klien dan keluarga klien kami dalam bahaya," lanjut tim pengacara.
Kampanye media sosial lainnya telah muncul di Twitter di mana sang pangeran terkait dengan plot "deep state" dengan Biden untuk menghancurkan Arab Saudi.
Menurut tim pengacaranya, ada troll online yang mencoba menggambarkan klien mereka sebagai bagian dari plot untuk mengguncang Arab Saudi. (Baca: Eks Putra Mahkota Saudi yang Ditahan Alami Serangan Jantung? )
Tim pengacara tersebut pada hari Jumat (4/12/2020) mengatakan kepada The Guardian bahwa mereka telah menulis surat ke YouTube untuk meminta platform tersebut menghapus video yang berisi tuduhan bahwa MBN telah terlibat dalam rencana untuk menggulingkan Pangeran MBS.
Video tersebut mengklaim bahwa MBN—yang telah ditahan sejak Maret 2020—sebenarnya buron, dan menyiratkan bahwa dia bersekongkol dengan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk melemahkan pemerintah Arab Saudi.
"Klien kami memiliki akses terbatas ke keluarga atau pengacaranya dan telah dicegah untuk menemui dokter pribadi yang telah bertanggung jawab atas perawatannya selama bertahun-tahun," kata tim pengacara MBN.(Baca juga: China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli )
“Komunikasi yang dinikmati klien kami tidak diragukan lagi dipantau. Baik klien dan keluarga klien kami mengkhawatirkan keselamatannya, dan tidak diketahui apakah nyawa klien dan keluarga klien kami dalam bahaya," lanjut tim pengacara.
Kampanye media sosial lainnya telah muncul di Twitter di mana sang pangeran terkait dengan plot "deep state" dengan Biden untuk menghancurkan Arab Saudi.
Lihat Juga :