Kashmir Desak Pakistan Serang India Secara Besar-besaran

Selasa, 12 Mei 2020 - 15:23 WIB
loading...
Kashmir Desak Pakistan...
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Foto/Times Now
A A A
ISLAMABAD - Pemimpin Azad Jammu dan Kashmir mendesak Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan untuk meluncurkan serangan militer secara besar-besaran terhadap India. Menurutnya, serangan verbal sudah tidak berarti bagi New Delhi.

Raja Farooq Haider, Perdana Menteri Azad Jammu dan Kashmir (bagian dari Kashmir yang dikelola Pakistan) mengatakan sudah saatnya bagi PM Khan untuk beraksi. Desakan disampaikan setelah Haider mengunjungi desa-desa di dekat Garis Kontrol (Line of Control/LoC), tempat India dan Pakistan telah baku tembak selama lebih dari sebulan.

"Perdana Menteri Imran Khan harus bereaksi sekarang dan mengambil beberapa langkah kuat. Pernyataan verbal tidak akan berfungsi. Anda harus bergerak maju dan memerintahkan pasukan Anda untuk menyerang India," katanya, seperti dikutip Times Now, Selasa (12/5/2020). (Baca: PM India Sebut Pakistan Bisa Jadi Debu dalam 10 Hari, Islamabad Marah )

Haider marah setelah media pemerintah India pada 8 Mei menyiarkan prakiraan cuaca dari wilayah Azad Jammu dan Kashmir (PoK) serta Gilgit-Baltistan yang dikontrol Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak tindakan media itu dan mengeluarkan kecaman keras.

"Adalah tugas Anda untuk melindungi saudara-saudari Anda. India memberikan laporan cuaca tentang PoK, kita harus mulai memperbarui di Delhi," kata Haider.

Pekan lalu, India juga telah meminta Pakistan untuk mengosongkan semua wilayah Kashmir, termasuk Gilgit-Baltistan. India telah menegaskan kembali bahwa sisi Pakistan dari Kashmir, bersama dengan Gilgit dan Baltistan, adalah bagian integral dari India berdasarkan aksesi yang sepenuhnya sah dan tidak dapat dibatalkan.

Bagian dari wilayah Kashmir yang lebih besar dan dikelola oleh Pakistan sejak 1947, yakni Gilgit-Baltistan, adalah daerah yang ditempatkan secara strategis yang berbatasan dengan Kashmir yang dikelola India, Afghanistan di utara dan wilayah Xinjiang di China. (Baca juga: Ratusan Tentara China dan India Tawuran Batu di Perbatasan )

Pada bulan April, Mahkamah Agung Pakistan telah mengeluarkan perintah yang memungkinkan pemerintah mengadakan pemilihan umum pada bulan September tahun ini di Gilit-Baltistan.

Negara-negara Asia Selatan telah berperang tiga kali atas sengketa Kashmir sejak kemerdekaan masing-masing negara dan terus mengelola bagian-bagiannya. Sementara itu, Kashmir yang dikontrol India terus meluncurkan pemberontakan dan menuntut kemerdekaannya dari New Delhi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
YouTuber India Ditangkap,...
YouTuber India Ditangkap, Dituding Jadi Agen Intelijen Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved