Berencana Membom Unjuk Rasa Oposisi, Diplomat Iran Terancam Penjara 20 Tahun
Jum'at, 04 Desember 2020 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Kamis, hari kedua dan terakhir sidang, ketiganya tetap mengaku tidak bersalah. (Baca juga: Pertama di Eropa, Diplomat Iran Diadili Kasus Rencana Pengeboman )
Pengacara Nasimeh Naami dan Amir Saadouni - dua orang keturunan Belgia-Iran yang ditangkap karena memiliki bom di mobil mereka dalam perjalanan ke Prancis - mengklaim bahan peledak itu tidak cukup kuat untuk membunuh.
Pengacara untuk tersangka ketiga, Mehrdad Arefani, yang digambarkan oleh jaksa penuntut sebagai kerabat Assadi, telah membantah keterlibatannya dan juga memohon pembebasannya.
Jaksa menuntut hukuman penjara 18 tahun untuk pasangan itu dan 15 tahun untuk Arefani.
Sasaran dugaan plot pemboman tersebut adalah pertemuan Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI), sebuah gerakan oposisi di pengasingan, di luar Paris yang dihadiri oleh beberapa sekutu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, termasuk mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani.
Pengacara Nasimeh Naami dan Amir Saadouni - dua orang keturunan Belgia-Iran yang ditangkap karena memiliki bom di mobil mereka dalam perjalanan ke Prancis - mengklaim bahan peledak itu tidak cukup kuat untuk membunuh.
Pengacara untuk tersangka ketiga, Mehrdad Arefani, yang digambarkan oleh jaksa penuntut sebagai kerabat Assadi, telah membantah keterlibatannya dan juga memohon pembebasannya.
Jaksa menuntut hukuman penjara 18 tahun untuk pasangan itu dan 15 tahun untuk Arefani.
Sasaran dugaan plot pemboman tersebut adalah pertemuan Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI), sebuah gerakan oposisi di pengasingan, di luar Paris yang dihadiri oleh beberapa sekutu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, termasuk mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani.
Lihat Juga :